Home Opini Prabowo, The Power of Kangen

Prabowo, The Power of Kangen

Jumat 30 Maret 2018, jarum jam pagi itu menunjukkan pukul 07.04 WIB. Hotel Mason Pine di Padalarang yang biasanya ekslusif dan sunyi berubah menjadi lautan manusia. Tempat parkir tak bisa lagi menampung kendaraan. Ratusan spanduk bergambar Prabowo berdiri di setiap sudut.

Ya, hari itu Prabowo akan bersilaturahmi dengan warga di Kabupaten Bandung Barat. Hotel menjadi tempat pertemuan bukan untuk gaya-gayaan, tetapi karena Panwaslu melarang kegiatan politik di tempat terbuka selama Pilgub Jabar, kecuali saat kampanye akbar. Aula hotel lah yang tempatnya sedikit memadai.

Berdasarkan jadwal, Prabowo akan hadir di lokasi pada pukul 10.00 WIB. Namun siapa sangka, ribuan orang sudah menyemut di lokasi sejak pukul tujuh pagi. Mereka seperti tak sabar ingin bertatap muka dengan Prabowo.

Ganjar, seorang warga asal Cikamuning, Padalarang, sengaja datang lebih pagi. Alasannya, dia ingin duduk di barisan paling depan dan berharap bisa bersalaman dengan Prabowo. “Saya kangen sama Pak Prabowo,” kata pria yang datang dengan keluarganya ini.

Hal serupa dilakukan Pak Aep. Lelaki yang sudah tak muda ini rela meninggalkan rumahnya di Kecamatan Ngamprah karena ingin bertemu Prabowo. Dia datang dengan mengenakan seragam mirip purnawirawan. Lengkap dengan baret dan lencana di bajunya. Pak Aep seakan kembali mengenang masa mudanya.

Ganjar dan Pak Aep bukanlah kader Partai Gerindra. Tapi cintanya kepada sosok Prabowo sangat luar biasa. Begitu mengetahui informasi Prabowo akan hadir, mereka langsung merapat. Tak peduli hari itu adalah tanggal merah yang seharusnya digunakan untuk istirahat.

Benar saja, saat Prabowo tiba di lokasi, suasana berubah menjadi gaduh. Semua orang ingin bersalaman, menyapa dan memeluk Prabowo. Tangan Prabowo ditarik ke kanan dan kiri. Prabowo menyambut dengan senyuman meski raut wajahnya kelelahan. Butuh 15 menit bagi Prabowo untuk berjalan dari pintu aula ke tempat duduk yang telah disediakan.

Telepon genggam para pengunjung keluar dari kantong mereka. Ada yang berusaha mengambil gambar, ada yang berburu selfie, atau sekadar live di akun Facebook mereka. Teriakan “Prabowo Presiden” terus menggema. Kapasitas kursi yang tak menampung, membuat warga harus meluber duduk melantai dan mengelilingi mimbar.

Tidak ada sekat antara Prabowo dengan rakyat. Potret kerinduan warga kepada Prabowo terjadi di semua tempat selama mantan Danjen Kopassus ini turun gunung di Jawa Barat.

Ada kakek yang memeluk Prabowo dengan penuh haru di Kuningan, ada anak kecil yang mengejar dan memeluk Prabowo di Majalengka, ada ibu yang meneteskan air mata di Cirebon, ada pemuda yang berteriak hingga serak karena meneriakan nama Prabowo di Bandung. Dan masih banyak lagi kisah di balik layar selama Prabowo turun gunung.

Kehadiran Prabowo benar-benar dirindukan rakyat. Secara perlahan mereka tersadarkan bahwa Prabowo memang sosok patriot yang jujur, apa adanya, dan penuh ketulusan. Persis seperti yang diutarakan Gus Dur, “Orang yang paling ikhlas kepada rakyat ya Prabowo…”.

Saya melihat raut wajah Prabowo kelelahan dan suaranya pun yang mulai serak. Namun rasanya itu bukan hambatan bagi seorang Prabowo. Semakin sering bertatap muka dengan rakyat, semakin berlipat ganda pula semangatnya berkobar.

“Saya lebih senang bertemu rakyat ketimbang para elit politik di Jakarta. Senyum dan ekspresi rakyat itu apa adanya. Tidak penuh kepura-puraan seperti elit politik,” tegas Prabowo disambut tepuk tangan massa.

Massa yang hadir tidak dibayar. Bukan kebiasaan Gerindra mengumpulkan massa dengan iming-iming uang. Terlebih Gerindra memang bukan partai yang bergelimang materi. Namanya juga oposisi. Hanya kesadaran, ketulusan dan kecintaan lah yang membuat mereka berkumpul bersama Prabowo.

Momen Prabowo turun gunung dan menyapa warga Jawa Barat memiliki banyak pelajaran. Pelajaran tentang sosok pemimpin yang dirindukan, serta sosok pemimpin yang diharapkan. Pertemuan Prabowo dengan rakyat mengajarkan tentang “The Power of Kangen”.

“Tolong dukung dan menangkan pasangan Sudrajat-Syaikhu di Jawa Barat. Mereka figur yang bersih, jujur dan cerdas. Setelah Pilgub menang, baru kita bicara Pilpres,” demikian pesan Prabowo untuk warga Jawa Barat.

Oleh: TB Ardi Januar

Comment