Praperadilan Ditolak, KPK Kembali Panggil Gubernur Nur Alam

Praperadilan Ditolak, KPK Kembali Panggil Gubernur Nur Alam

SHARE

Publik-News.com – Penyelidikan kasus dugaan korupsi dalam penerbitan izin kepada PT. Anugerah Harisma Barakah (AHB) yang menyeret nama Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam segera dilanjutkan. Hal itu seiring dengan pengajuan praperadilan Nur Alam yang ditolak.

KPK memastikan akan segera memanggil kembali Nur Alam dalam rangka pemeriksaan lanjutan dan pendalaman kasus.

Setelah beberapa kali dipanggil untuk proses penyelidikan, hanya saja Nur Alam mangkir.

Oleh karena itu, pemanggilan selanjutnya demi kepentingan penyidikan. “Iya, seperti itu,” ujar wakil ketua KPK Saut Situmorang di kantor KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (17/10/2016).

Saut mengatakan pihaknya telah memiliki estimasi data tentang kerugian uang negara terkait kasus yang menjerat Nur Alam. Kendati demikian, Saut tidak menyebutkn detail angkanya.

Ia menegaskan bahwa data detail kerugian negara dalam kasus tersebut masih ada ditangan penyidik.

“Sudah ada,” tandasnya.

Seperti diketahui, Nur Alam ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada bulan Agustus lalu. Ia disangka telah menyalahgunakan wewenang terkait dengan penerbitan izin usaha pertambangan nikel terhadap PT Anugerah Harisma Barakah di Kabupaten Buton dan Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Politikus Partai Amanat Nasional ini juga diduga mendapat imbal balik dari penerbitan IUP tersebut.

Selain Bambang, KPK memeriksa karyawan PT Billy Indonesia, Suharto Martosuroyo, sebagai saksi kasus korupsi Nur Alam hari ini. Perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan ini berafiliasi dengan PT Anugerah Harisma Barakah. (Ahmad)

SHARE
Comment