Home Politik Presidium KAHMI Sudah Muak dengan Maraknya Penyelundupan Narkoba dari China

Presidium KAHMI Sudah Muak dengan Maraknya Penyelundupan Narkoba dari China

Publik-News.com – Maraknya penyelundupan dan peredaran narkoba dari Warga Negara Asing, khususnya dari China
ke Indonesia akhir-akhir ini semakin meresahkan masyarakat.

Belum lama ini, Tim Gabungan Polri dan Bea Cukai menggagalkan penyelundupan 1,6 ton narkoba jenis sabu yang dibawa dengan menggunakan kapal di perairan Kepulauan Riau. Ada empat orang WNA yang diamankan Tim Gabungan Polri dan Bea Cukai. Kapal ini berdasarkan pemeriksaan aparat kepolisian diketahui dikendalikan dari Cina.

Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (KAHMI), Ahmad Doli Kurnia mengatakan penyelundupan dan peredaran barang haram tersebut tak boleh dibiarkan terus berlangsung. pemerintah harus lebih serius menangani pemberantasan narkoba.

“Menyesakkan dan meresahkan!!! Itulah kata yang paling tempat menggambarkan suasana hati kita saat dalam beberapa hari terakhir ini Indonesia dibanjiri masuknya narkoba dari luar negeri. Kita sangat khawatir dengan masa depan bangsa, ketika pertumbuhan dan perkembangan anak-anak muda bangsa terancam dengan lingkungan yang penuh dengan narkoba,” ujar Doli melalui siaran persnya kepada Publik-News.com, Rabu (7/3/2018).

Menurut Doli, semua elemen bangsa harus ikut serta mewaspadai penyelundupan dan peredaran narkoba. Anak bangsa harus diselamatkan agar negara ini tidak semakin hancur karena narkoba.

“Saya kira kita tidak bisa membiarkan suasana mencekam itu terus menerus terjadi. Situasinya sudah keterlaluan dan sedemikian parah,” tukasnya.

“Indonesia dalam situasi Darurat Narkoba!!! Kita harus melakukan langkah-langkah konkret. Pemerintah harus lebih serius mengambil langkah-langkah agar penyelundupan dan penyebaran narkoba ke Indonesia dapat dibasmi,” katanya.

Lebih lanjut, Doli meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin langsung perang terhadap narkoba. Sebagai bangsa kita seharusnya tersinggung. Ketika Presiden mengambil sikap tegas dengan meng-eksekusi mati para bandar narkoba, justeru peredaran narkoba di Indonesia semakin marak.

“Presiden pun harus tegas terhadap pemerintah China agar tidak membiarkan “barang haram” itu mengalir deras dari negaranya. Harus ada kerjasama konkret antara aparat penegak hukum Indonesia dan China dalam memerangi narkoba,” katanya.

Selain Presiden, Doli juga meminta DPR tidak diam terhadap maraknya peredaran narkoba. Harus ada inisiatif yang dilakukan, seperti membentuk Pansus tentang penyelundupan narkoba misalnya. Karena kejahatan narkoba masuk dalam kategori extraordinary crime dan menghancurkan masa depan bangsa, semua pihak harus serius, termasuk DPR.

“Selain itu pemerintah dan DPR harus segera menyempurnakan UU terkait narkoba secara lebih rinci dan tegas terhadap kejahatan narkoba. Termasuk kemungkinan mengambil terobosan hukum untuk membentuk peradilan khusus terhadap kejahatan narkoba,” tutup Doli yang juga politisi Partai Golkar ini. (PN).

Comment