ProDem Gelar Diskusi “Pilkada Jakarta : Oligarkis Parpol dan Cengkeraman Kartel Reklamasi”

ProDem Gelar Diskusi “Pilkada Jakarta : Oligarkis Parpol dan Cengkeraman Kartel Reklamasi”

SHARE

Publik-News.com – Presidium Jaringan Aktivis Pro Demokrasi menggelar diskusi publik bertajuk “Pilkada Jakarta : Oligarkis Parpol dan Cengkeraman Kartel Reklamasi”. Diskusi ini akan akan dimulai Jam 14.00 Wib di Rest. Dunkin Donuts Menteng, Jl. HOS Cokroaminoto No 94 Jakarta Pusat, Senin (3/10/2016).

Diskusi ini mengundang enam orang narasumber yang kompeten terkait tema diskusi. Mereka adalah Yudi Latif (Pemikir Kenegaraan), Siti Zuhro (LIPI), Hendri Satrio (Kedai Kopi, Ridwan Saidi (Tokoh Betawi), DJoko Edy Abdurrahman (Politisi), Tigor Hutapea (LBH Jakarta, Mustaqiem Dahlan (Walhi) dan Jamran (AMJU).

Ketua Presidium ProDem Andrianto mengatakan, Pilkada DKI merupakan sebagai pemanasan pelaksanaan Pemilu dan Pilpres 2019. Munculnya dua pasangan cagub-cawagub yang diusung koalisi Cikeas Agus-Sylviana (Demokrat, PPP, PKB dan PAN) dan paslon dari Gerindra-PKS Anis Baswedan-Sandiaga Uno menjadi penantang Ahok-Djarot yang diusung Golkar, NasDem, Hanura dan PDIP, menunjukkan kegagalan pemerintahaan Jokowi-JK dalam membenahi krisis multdimensi bangsa ini.

“Pilkada rasa Pilres ini berkait dengan kegalan Jokowi sebagai Presiden yang dalam 2 tahun pemerintahannya gagal memenuhi ekspetasi publik,” Andrianto, Senin (3/10/2016)

Menurut Andrianto, kegagalan Jokowi mewujudkan harapan publik tersebut wajar jika memunculkan harapan masyakat dalam Pilkada DKI ini. Sosok baru bukan saja buat Jakarta tapi juga menjadi harapan masyarakat seluruj pelosok Nusantara.

“Bila Anis-Sandoaga atau Agus-Sylviana yang muncul dan menang maka jalan lempeng keduanya untik jadi penantang kuat Jokowi di Pilpres 2019,” katanya.

Sementara itu, Andrianto menambahkan jika Ahok-Djarot keluar menjadi pemenang dalam pesta demokrasi lima tahunan DKI, maka Ahok yang akan menjadi Cawapres Jokowi.

“Jadi Pilkada ini bisa jadi referendum kecil terhadap Jokowi. Sehingga wajar energi besar bangsa dari nusantara terhadap Pilkada ini,” katanya.
(Hurri Rauf)

SHARE
Comment