“Prof Mahfud, Emang MK Tak Bisa Menafsir Ulang Makna Zina Ya?”

“Prof Mahfud, Emang MK Tak Bisa Menafsir Ulang Makna Zina Ya?”

SHARE

Publik-News.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Moh. Mahfud MD kembali ditanya soal putusan MK terkait kaum LGBT dan kumpul kebo yang tidak bisa dipidanakan. Pertanyaan kepada Mahfud itu dilontarkan oleh pengguna media social Twitter.

“Prof @mohmahfudmd , emang MK tdk bisa menafsir ulang makna zina ya? kan MK mmg tdk diminta utk buat UU, hanya diminta untuk menafsir ulang makna zina. Demi kemaslahatan bangsa, tafsirkan aja napa, toh UU KUHP entah kapan diundangkannya,” tanya pengguna media social Twitter Jerusalem Capital of Palestineā€ dengan akun @MoeslimWay.

Mahfud kemudian menjawab pertanyaan warga nett tersebut. Menurut Mahfud, MK bisa saja membuat tafsir baru soal kaum LGBT dan kumpul kebo yang tak bisa dipidana tersebut. Menurut Mahfud, dirinya pernah membuat tafsir baru terhadap UU.

“Bisa. Waktu sy di MK, MK jg sering membuat tafsir baru thd UU krn hrs diaktualisasikan dgn situasi baru, bkn norma baru. Dlm ilmu hukum itu disebut tafsir ekstensif dan teleologis. Tapi “bisa” itu tidak berarti “harus”. Tergantung pada majelis hakim dlm melihat urgensinya,” jawab Mahfud melalui akun Twitternya @mohmahfudmd, (17/12/1017).

Diberitakan sebelumnya, MK menolak mengadili gugatan soal LGBT. MK menyatakan perumusan delik LGBT dalam hukum pidana masuk wewenang DPR-Presiden. Gugatan itu sebelumnya diajukan guru besar IPB dkk, Euis Sunarti.

Mereka meminta MK meluaskan makna pasal asusila dalam KUHP pasal 284, 285 dan 292. Termasuk meminta homoseks bisa masuk delik pidana dan dipenjara. (PN)

SHARE
Comment