Home Hukum Prof Romli Nilai SBY Terburu-Buru Polisikan Firman Wijaya

Prof Romli Nilai SBY Terburu-Buru Polisikan Firman Wijaya

Publik-News.com – Pakar hukum pidana Romli Atmasasmita menilai langkah Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang melaporkan pengacara Sertya Novanto, Firman Wijaya, ke Bareskrim Polri terburu-buru.

SBY melaporkan Firman Wijaya kepolisi karena diduga melakukan pencemaran nama baik.

“Kasus Pak SBY lapor Bareskrim atas pertanyaan PH (penasihat hukum) yang dianggapnya ‘pencemaran nama baik’ atau fitnah, terburu-buru karena PH dilindungi UU advokat dan UU KUHAP selama PH tdk melanggar UU misalnya, pertanyaan yang bersifat menjerat dan menyebut nama seseorang dan scr terang2an menuduh,” tulis Romli dalam akun twitternya, @rajasundawiwaha, Rabu (7/2/2018).

Romli menjelaskan, jika majelis hakim tidak menegur apa yang disampaikan penasihat hukum, maka hal itu masih relevan dengan perkara yang disidangkan.

“Di persidangan, kewenangan hakim selama sidang bersifat mutlak dan jika terhadap pertanyaan PH (yg dimasalahkan) hakim tidak menegurnya berarti hakim berpendapat bahwa pertanyaan PH masih relevan dengan perkara terkait,” terang Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran itu.

Diketahui, Firman Wijaya dilaporkan SBY ke Bareskrim Polri, Selasa (6/2/2018). Bahkan SBY datang sendiri ke kantor Bareskrim untuk memperkarakan Firman.

Pengacara yang mendampingi Setya Novanto tersebut dituduh menyampaikan fitnah kepada SBY setelah menyebut Presiden ke-6 RI itu mengintervensi proyek e-KTP.

Persoalan yang kini melibatkan Firman itu muncul pertama kali dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dengan terdakwa Setya Novanto.(Ts/PN)

Comment