Rahman Sabon Japri Menkopulhukam Soal Penyelesaian 5 Ribu Senpi Ilegal

Rahman Sabon Japri Menkopulhukam Soal Penyelesaian 5 Ribu Senpi Ilegal

SHARE

Publik-News.com – Pengamat politik senior Rahman Sabon Nama mengaku yakin apa yang disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo soal adanya intitusi yang melakukan pembelian 5000 pucuk senjata secara ilegal. Bagi dia, Panglima TNI tidak mungkin membicarakan hal itu jika informasi yang diterimanya tidak valid.

“Kalau Panglima sudah bicara (Pembelian Senpi ilegal) seperti itu, berarti itu benar,” ujar Rahman saat dihubungi Publik-News.com, Senin (25/9/2017).

Rahman juga mengaku sudah menghubungi Menkopolhukam Wiranto melalui telepon seluler. Dia meminta Menkopolhukam agar mendalami kasus pembelian senpi ilegal tersebut.

“Itu tadi pagi saya what’s up ke pak Wiranto. Saya minta ke Wiranto di dalami dan diselesaikan secara internal,” tukas alumni Lemhanas ini.

Rahman menegaskan dirinya menghubungi Menkopolhukam karena ingin memberikan masukan untuk menyelesaikan kasus pembelian Senpi Ilegal tersebut. Menurutnya, kasus pembelian senpi ilegal jangan sampai dimanfaatkan orang untuk melakukan provokasi.

“Janganlah dimanfaatkan orang lain. Pak Wiranto kan punya tim. Ada TNI dan Polri,” katanya.

Untuk diketahui, Rahman berasal dari Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT. Dia Tinggal di Jakarta. Dia berprofesi sebagai jurnalis dan menyandang jabatan sebagai Ketua DPD Bali Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI). Selain itu, Dia juga sebagai Koordinator Media Center STMIK STIKOM Bali. (HR)

SHARE
Comment