Relawan, DPC PDIP Jakarta Timur Gelar Silaturahmi Bersama Tokoh Masyarakat Matraman

Relawan, DPC PDIP Jakarta Timur Gelar Silaturahmi Bersama Tokoh Masyarakat Matraman

SHARE

Publik-News.com – Relawan BAJA Bhineka Tunggal Ika dan DPC PDI-P Jakarta Timur menggelar acara silaruahmi bersama tokoh masyarakat Matraman Jakarta Timur. Acara ini digelar dalam rangka memenangkan pasangan cagub-cawagub nomor urut 2, Basuki Tjahja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat.

Ada sekitar 6 ribu-an tokoh masyarakat yang hadir pada acara Silaturahmi untuk memenangkan Ahok-Djarot yang diprakarsai oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini. Acara ini digelar di Hotel Balairung, Senin (27/3/2017). Acara ini bertema ”Silahturahim Bhineka Tunggal Ika”

Ketua Relawan BAJA Bhineka Tunggal Ika, Marsel Ado Wawo, mengatakan, pasangan Ahok-Djarot telah bekerja keras untuk kota dan masyarakat Jakarta. Dia bangga bahwa masyarakat Matraman telah mengambil keputusan yang cerdas dengan mendukung pasangan Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI Putaran kedua yang bakal berlangsung 19 April 2017 yang akan datang.

”Kalau bapak,ibu pilih Ahok-Djarot Jakarta akan tambah sejahtera. Selain program yang sudah ada, pasangan ini meluncurkan program lain yang memanjakan warga Jakarta, seperti, program lansia untuk warga berusia di atas 60 tahun yang akan mendapat kucuran dana sebesar Rp 600.000/bulan melalui Bank DKI, renovasi atap dan lantai rumah dan program dokter datang ke rumah untuk melayani orang sakit. Karena itu, pilih pasangan nomor 2,” ujar Marsel dalam keterangan persnya.

KH Jaffar Alkatiri yang hadir pada acara silaturahmi itu berbicara tentang orang munafik. Menurutnya, orang munafik tidak bisa menjadi pemimpin karena kepemimpinan itu adalah suatu lapangan pelayanan kemanusiaan yang membutuhkan kebajikan yang tinggi untuk memposisikan manusia sebagai yang utama. Karena itu, kata dia, pemimpin yang baik harus memiliki integritas dan kredibilitas yang teruji, sehingga tidak akan mengkianati rakyat yang memilihnya.

“Integritas itu tereduksi dalam nilai-nilai kemanusiaan (nilai humanistik) seperti: kejujuran, dapat dipercaya, konsisten antara perkataan dan perbuatan, berani menanggung resiko, mobilitas tinggi untuk mencari kemungkinan baru (kreatif dan inovatif), kompeten, profesional dan keberpihakan kepada orang miskin (option to the poor),” ucapnya.

Menurut Alkatiri, integritas bukan faktor yang diberikan atau terjadi dalam waktu semalam. Integritas adalah hasil dari disiplin diri dan usaha keras untuk membenah diri dari waktu ke waktu, sehingga menghasilkan kepribadian yang baik. Karena itu, biasanya penghargaan dan pengakuan yang tulus hanya diberikan kepada mereka yang mempunyai integritas, bukan kepada mereka yang mempunyai uang atau pesona.

“Penghormatan dan penghargaan kepada orang yang memiliki integritas bersifat abadi. Kebaikan dan jasa-jasanya selalu diingat orang,” katanya. (HR)

Comment