Ridwan Kamil Berpeluang Menggandeng Kader Demokrat

Ridwan Kamil Berpeluang Menggandeng Kader Demokrat

SHARE

PILGUB Jabar makin hanggat, perkembangan terakhir PartaiPKS dan partai Geridra hampir dipastikan akan berkoalisidengan menjagokan Dedi Mizwar yang akan diusung jadi calongubernur dengan calon wakil gubernur yang diusung oleh partaiPKS. Calon gubernur lain yang masih meraba-raba koalisi partaiRidwan Kamil dan Dedi mulyadi.

Walaupun hampir dipastikan Dedi Mulyadi akan diusung olehpartai golkar, dan sinyal yang makin santer akan berkoalisidengan PDIP walaupun telah ada kata sepaham dengan Golkardan PDIP tetapi koalisi ini belum betul permanen, disebabkanPDIP bisa saja mengusung calon gubernurnya sendiri karenajumlah kursi 20 cukup untuk mengusung calon sendiri tanpapartai golkar, sedangkan partai Golkar masih perlu koalisidengan partai lain, masih kurang 3 kursi lagi buat mencalonkancalon gubernur sendiri.

Yang menarik koalisi yang akan mengusung Ridwan Kamil, dimana partai Nasdem partai pertama yang mengusung duluanRidwan Kamil,masih kurang 15 kursi untuk bisa mengusungRidwan Kamil untuk mencalonkan menjadi calon gubernur, partai yang melakukan penjajakan akan mengusung RidwanKamil selain Nasdem, ada PPP , PKB, PAN, Hanura dan partaiDemokrat. Partai mana lagi yang akan merapat dan mengusungRidwan Kamil.

Semua bisa saja terjadi dalam dinamika politik. Termasuk partai Golkar yang santer mengusung Dedi Mulyadibisa saja berbalik mendukung Ridwan Kamil, sebagaimana disebutkan oleh Nusron Wahid bahwa partai golkar masih membuka peluang untuk mengusung Ridwan Kamil sebagai calon gubernur, hal ini memberikan sinyal bahwa Dedi mulyadibelum pasti juga disusung oleh partai golkar, dan memungkinkan mengawinkan Ridwan Kamil dengan DediMulyadi, Semua kemungkinan ini bisa saja terjadi.

Yang Menarik saat ini adalah partai Demokrat yang belummenjagokan siapapun yang akan diusung oleh partaiberlambang mercy ini. Apa ikut koalisi partai pendukung DediMizwar, Dedi Mulyadi atau Ridwan Kamil. Partai demokratMemungkinkan mengusung Ridwan Kamil dengan melihat petasaat ini yang sedikitnya telah terkanalisasi.

Seperti disubutkandiatas, partai demokrat sangat terbuka kemungkinanyamengusung Ridwan Kamil selain memiliki kursi yang cukupbanyak dan bisa membantu pencalonan Ridwan Kamli yang diusung oleh Nasdem yang Cuma memiliki 5 kursi, tinggal partai demokrat bisa melakukan lobi politik untuk mengalang politik lainya, jika mau mengusung Ridwan Kamil, banyak partai lain yang bisa berkoalisi dengan demokrat seperti PPP, PAN,PKB dan Hanura.

Semua itu memungkinkan untuk sama-sama dengan partai demokrat untuk mengusung Ridwan Kamil, dalam hal ini partai demokrat tentunya tidak asal mendukung , tetapi dapat di pasti menyodorkan kader terbaiknya untukdisandikan dengan Ridwan Kamil.

Kalau koalisi partai demokrat yang mendorong Ridwan Kamilyang disandikan dengan kader internal partai demokrat initerjadi, partai demokrat sendiri banyak kader-kader potensialyang ada di pengurus demokrat. Salah satunya ada Irfan Suryanagara, selaku wakil ketua DPRD propinsi Jawa Barat, kader demokrat yang memang layak untuk disandingkan denganRidwan Kamil, Irfan suryanagara berpengalaman sebagailegislatif periode sebelumnya sebagai ketua DPRD PropinsiJawa Barat. Perpadauan keduanya kalau disandingkanmembuat pasangan ini layak untuk memenangkan pilkada.

Koalisi Ridwan Kamil dan Irfan Suryanagara ini terwujudmembuka peluang untuk mewujudkan pemimpin Jabar yang bekarakter dan di pimpin oleh anak muda yang sama-sama inginberkarya untuk Jabar.

Tentunya kalau koalisi dan perpaduan iniingin terwujud memang memerlukan kerja politik dari keduabelah pihak untuk melakukan negosiasi gagasan politik untuksatu visi untuk membangun Jawa Barat, walaupun dari segi teknis tentunya melakukan deal politik gagasan, Demokrat, Nasdem,dan memungkinkan partai lain mengikuti koalisi partaidemokrat dan Nasdem, seperti disebutkan diatas ada partai PPP, PAN dan PKB dan Hanura yang masih melakukan penjajakan koalisi, dan semua itu bisa saja untuk mendorong koalisiRidwan kamil dan Irfan Suryanagara.

Perkembangaan dan dinamika partai dan calon gubernur di pilkada Jabar masih dinamis, semua partai mengincarkemenangan di pilkada jabar. Ini memberikan gambaran padakita kenapa dinamika koalisi masih dinamis dan masih menebarkemungkinan koalisi berubah-rubah.

Mari kita cermatiperkembangan proses Pilkada Jawa barat, semoga menghasilkancalon-calon yang berkualitas dan rakyat diberikan banyakpilihan calon.

Oleh: Deni Yusup
(Peneliti adalah Nusantara Riset)

Comment