Home Nasional Rizal Ramli: Jokowi dan Ahok Sama-Sama Utamakan Pihak Pemodal

Rizal Ramli: Jokowi dan Ahok Sama-Sama Utamakan Pihak Pemodal

146

Publik-News.com – Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli mengatakan pembangunan ekonomi di era Presiden Jokowi saat ini selalu menguntungkan pihak konlemerat. Tak heran, banyak bidang ekonomi kelas kakap dikuasai oleh orang yang punya modal.

Rizal kemudian menyoroti merosotnya ekonomi saat ini dikarenakan pemerintah menganut neoliberalisme. Sehingga hanya kepentingan konglomerat yang dihalukan yang nantinya akan terjadi ketimpangan dengan rakyat miskin

“Dampaknya seperti gelas anggur yang atasnya ini big business (pengusaha besar) baik BUMN maupun swasta. Ada sekitar 200 keluarga yang menguasai ekonomi Indonesia dan sekitar 180 BUMN. Selama ini, sejak orde baru mereka dilindungi, diproteksi, dan diberikan subsidi langsung maupun tidak langsung sehingga makin lama makin besar,” ujar Rizal saat menjadi pembicara di Rakornas PKS yang digelar di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/3).

sementara itu, lanjut dia, Jumlah golongan menengah sedikit sekali, di bawahnya lagi alas, ada 40 juta sampai 60 juta usaha kecil dan rumah tangga yang negara bantunya cuma ecek-ecek, yang negara bantunya cuma charity tapi negara tidak membantu secara struktural supaya mereka lebih hebat

Menurut Rizal, seharusnya dari golongan yang seperti ini yang harus dibantu dan lebih diperhatikan oleh pemerintah. Rizal mengatakan pemerintah saat ini terlalu ‘asyik’ membantu konglemerat menanamkan modal di Indonesia

“Nah struktur inilah hasil daripada neoliberalisme, sehingga aneh buat saya, PKS yang mewakili umat yang mewakili golongan menengah harusnya berjuang untuk yang di bawah ini. Memperbesar yang menengah yang independen dan mengubah yang atasnya,” ungkap Rizal.

“Kebanyakan mereka mengambil untung dari yang di bawah di dalam negeri, kalau udah dapat uang ia kirim uang ke luar negeri,” imbuh Rizal.

Selain itu, Rizal Ramli juga menyindir Gubenur DKI, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dirasa selalu mengutamakan pihak pemodal dari setiap kebijakannya.

“Terganggu dengan kehadiran Ahok, terganggu karena penistaan agama, terganggu karena memakai slogan bersih tetapi tidak, terganggu karena selama ini pakai slogan transparan pada praktiknya tidak, terganggu dengan kampanye profesional pada praktiknya tidak,” kata Rizal.

. “Saya yakin PKS bisa lebih besar. Jika mendukung Ahok, akan tenggelam bersama-sama Ahok,” tambahnya

Menurut Rizal. Partai yang menyatakan dukunganya terhadap Ahok dengan sendirinya akan mengalami kemorosotan. Dari awal yang diyakini akan meraup suara 18 persen, menurut Rizal hal itu saat ini mengalami penurunan menjadi 12 persen.

“Apa yang kami sebut sebagai Ahok Effect. Efek tenggelamnya partai-partai besar yang mendukung Ahok di Jakarta,” tandas Rizal.(Fq)

 

Comment