Home Hukum Saksi Ahli dari PBNU Sebut Ahok Berpotensi Sesatkan Umat Islam

Saksi Ahli dari PBNU Sebut Ahok Berpotensi Sesatkan Umat Islam

Publik-News.com – Wakil Ketua Rois Aam PBNU, Miftachul Akhyar menjadi saksi ahli dalam sidang kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan.

Menurut Miftachul, Ahok sebagai terdakwa memang terindikasi melakukan penyesatan terhadap umat Islam karena ucapannya yang mengutip Surat Al Maidah ayat 51 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 27 September tahun lalu.

Konsentrasi penyesatan yang dinilai Miftachul adalah kata-kata agar warga tidak perlu mempercayai Surat Al Maidah ayat 51 yang berisi tentang larangan memilih pemimpin yang tidak seiman (Muslim).

“Jadi ada kata-kata ‘Jangan percaya’. Jadi ada orang yang percaya diajak “Jangan percaya’. Di situ, sebenarnya ada arti penyesatan terhadap umat,” kata Miftachul, Selasa (21/2/2017).

Kutipan pidato Ahok yang kerap dipersoalkan adalah “Jadi jangan percaya sama orang. Kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu, enggak bisa pilih saya karena dibohongin pakai surat Al Maidah ayat 51 macam-macam gitu lho. Itu hak bapak ibu. Jadi kalau bapak ibu, perasaan, enggak bisa pilih nih, karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu, ya enggak apa apa.”

Frase “jangan percaya” dalam transkripsi pidato Ahok tersebut, menurut Miftachul sejatinya bisa saja ditambahkan dalam pendapat dan sikap keagamaan yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dia menilai, frase yang diucapkan Ahok di depan orang banyak khususnya warga Pulau Pramuka mengandung makna ajakan agar orang yang awalnya beriman menjadi tidak beriman.

“Kalau selama ini ada dua (poin penistaan), bisa jadi tiga ini,” ungkap Miftachul.

Dalam pendapat dan sikap keagamaan atau lebih dikenal sebagai fatwa MUI, Ahok disebut telah terbukti melakukan penghinaan terhadap Al Quran dan Ulama pada pidatonya di Kepulauan Seribu.

Comment