Salah Besar Jika Aziz Syamsudin Ditunjuk Jadi Ketua DPR, Karena….?

Salah Besar Jika Aziz Syamsudin Ditunjuk Jadi Ketua DPR, Karena….?

SHARE

Publik-News.com – Jika Setya Novanto menunjuk Aziz Syamsudin sebagai Ketua DPR, maka hal itu keliru. Sebab, ada mekanisme, khususnya di Partai Golkar, yang harus ditempuh untuk menjadian seseorang sebagai Ketua DPR.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Ade Komarudin. Menurut dia, pergantian ketua DPR harus dibahas dalam rapat pleno di DPP Partai Golkar.

“Itu mekanismenya keliru,” kata politikus yang akrab disapa Akom di kediaman Agung Laksono Jalan Cipinang Cempedak, Cawang, Jakarta Timur, Minggu (9/12/2017).

Jika ingin ada pergantian ketua DPR, lanjut Akom, maka hanya ada satu jalan yakni Munaslub. Maka itu, ia meminta semua kader bisa solid untuk menyelenggarakan Munaslub sebelum Rabu (20/12/2017).

Mengingat, banyak agenda besar politik yang sudah menunggu didepan mata seperti Pilkada dan Pilpres 2019 mendatang. “Agenda nasional mendesak, tolong semuanya berbesar hati,” tegasnya.

Ketua Koordinator Bidang Kesejahteraan Masyarakat DPP Partai Golkar Roem Kono sebelumnya menyebut Ketua Umum nonaktif Partai Golkar Setya Novanto menunjuk Aziz Syamsuddin sebagai pengganti karena dia sedang menjalani proses hukum terkait perkara korupsi dalam pengadaan KTP elektronik.

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mengonfirmasi bahwa surat pengunduran diri Setya Novanto sebagai Ketua DPR, dan penunjukan Aziz Syamsuddin sebagai penggantinya sudah diterima oleh pemimpin DPR.

“Iya sudah ada surat pengunduran diri Pak Novanto di tanggal 4 Desember dan tanggal 6 Desember yang ditujukan kepada Pimpinan DPR,” kata Wakil Ketua MKD Sarifuddin Sudding di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/12/2017).

“Surat tersebut diantarkan Ketua Fraksi Partai Golkar dan ditandatangani Pak Novanto serta ada juga surat yang ditujukan kepada Pimpinan DPR yang ditanda tangani Pak Novanto dan Idrus Marham,” tambah dia. (Ant/Ts/PN)

Comment