Sandi Kritik Penyerapan Anggaran DKI Rendah

Sandi Kritik Penyerapan Anggaran DKI Rendah

SHARE

Publik-News.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno mengkritik kinerja Pemerintah DKI yang masih belum maksimal dalam menyerap anggaran di APBD DKI Jakarta. Menurut Sandi, perencanaan anggaran seharusnya dilakukan dengan realistis.

“Tentunya masalah anggaran itu akan menjadi tantangan kita ke depan dan perencanaan dan adaptasi di masa yang akan datang merupakan suatu elemen yang terpenting. Makanya RJPMD yang telah disusun seharusnya lebih realistis dan pragmatis,” kata Sandiaga di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (20/7/2017).

Sandi kemudian mencontohkan dirinya dan Anies Baswedan yang sama-sama punya pengalaman  menyerap anggaran dengan maksimal.

“Pak Anies dulu saat menjadi Mendikbud punya pengalaman penyerapannya itu di angka yang sangat optimal di atas 95 persen. Saya di dunia usaha selalu 100 persen penyerapannya,” katanya.

Sandi berjanji akan memaksimalkan penyerapan APBD DKI guna untuk mengeksekusi mewujudkan kesejahteraan warga DKI.

“Jadi ini adalah tantangan kita masuk di DKI untuk terus kita dorong penyerapannya. Karena penyerapan ini akan memperlihatkan, merefleksikan rancangan yang baik. Eksekusi yang baik dan dampak yang dirasakan oleh manusia dan populasi Jakarta,” tuturnya.

Sebelumnya, hampir Rp 8 Triliun uang dari APBD DKI belum terserap pada tahun 2016. Gubernur Djarot Saiful Hidayat menjelaskan rendahnya penyerapan anggaran ini dikarenakan lambatnya penetapan Perda tentang APBD.

“Dapat saya tambahkan, terlambatnya penetapan Peraturan Daerah tentang APBD Perubahan Tahun Anggaran 2016 berdampak pada keterbatasan sisa waktu pelaksanaan kegiatan, sehingga mengakibatkan anggaran tidak terserap,” ujar Djarot dalam pidatonya di rapat paripurna di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (19/7).(Fq)

SHARE
Comment