Home Politik Save Asma Dewi: Sosok Wanita Yang Ditakuti

Save Asma Dewi: Sosok Wanita Yang Ditakuti

Selasa dan Kamis jam 10-15, konon adalah waktu untuk menengok Tahanan Bareskrim yg dititipkan di Gedung Narkoba Polda Metro Jaya. Gedung itu menjadi terkenal akibat beberapa orang Aktivis Tersangka makar palsu, seperti Jamran, Rijal, Hatta Taliwang dan Sri-Bintang Pamungkas ditahan di sana dalam Peristiwa 212.

Setelah para Tersangka makar palsu model Tito Karnavian itu dilepas, segera saja dipenuhi lagi dg Tersangka-tersangka lain, sehingga hampir tidak pernah lengang. Di antaranya, mereka yg pernah menengok para Tersangka, sekarang harus ditengok karena menjadi Tersangka.

Begitulah sibuknya Tito Karnavian mengandangkan orang, semata-mata karena purbasangka yg berlebih-lebihan, dan karena melampiaskan dendam Ahok.

Ada juga yang membenarkan cara-cara Tito itu, karena Tito bermaksud mengubah perilaku rakyat Indonesia menjadi Warga Negara yang tidak beroposisi terhadap Pemerintah yang Berkuasa. Sedang sebagian lain mengatakan, bahwa itu melawan fitrah, seperti menegakkan benang basah. Sebab, kalau pemerintahnya buruk, maka memang harus dilawan… itulah oposisi.0

Kalau semata-mata purbasangka mencari kesalahan rakyat, hanya karena bertentangan dg Ahok (dan Ahokers), si Penista Agama dan Pembenci Pribumi, maka Tito akan gagal. “Lebih baik, kita mengingatkan Tito sekarang! Daripada sadar sesudah pensiun.” Maksudnya, kalau nanti Kapolri diganti, itu semua pikiran Tito terbukti menjadi ilusi belaka! Jadi percuma menjadi Kapolri, bukan?!

Sekarang di Rutan Polda ada tahanan baru, Asma Dewi seorang Ibu Rumah Tangga, Aktivis, Pembela Islam, yang oleh Tito harus ditakuti Polisi atau untuk mempertakuti Publik. Karena, sebagai tahanan Bareskrim, Asma Dewi tidak boleh ditengok, kecuali oleh pihak keluarganya.

Dari para Pembela Islam itulah Ahok terkalahkan sebagai Calon Gubernur DKI, dan bahkan masuk penjara 2 tahun! Hukuman yg mungkin saja masih kurang setimpal dengan kejahatannya… Itulah Dendam Ahok yang mau dibayar oleh Tito dengan mengkriminalkan Pejuang-pejuang Islam kita.

Ada barang 15 aktivis perempuan dari kelompok Perempuan Menggugatsudah telanjur datang untuk menengok Asma Dewi Kamis kemarin, tetapi ditolak masuk. Sebagian lagi hanya dikasih ijin bersalaman di tangga masuk.

Tapi dari pengamatan kawan-kawan yang setia dalam perjuangan melawan Pemerintah yang buruk. Asma Dewi tetap tegar. Hari Kamis itu pula, kakaknya dan adiknya datang menengok. Juga dua anak Asma Dewi yang masih mahasiswa-mahasiswa di Teknik Industri dan Ilmu Komputer datang. Kata mereka, Sang Ibu baik-baik saja dan selalu ceria, rindu sama Tongseng, katanya.

Tentulah doa kepada Asma Dewi, Sri Rahayu, Jasriadi, BunI Yani, Alfian Tanjung, Ki Gendeng Pamungkas, Bung Pardede dan lain-lain korban ilusi Tito Karnavian, bisa segera bebas dan menghirup udara segar Kemerdekaan NKRI. Lalu NKRI akan kita jalankan sesuai dengan UUD45 Asli tanpa Tito, Jokowi dan Ahok. serta para Ahokers. Amin!

Oleh: Sri Bintang Pamungkas

Comment