Sebanyak 91 Persen Perempuan Menikah Diusia 18 Tahun

Sebanyak 91 Persen Perempuan Menikah Diusia 18 Tahun

SHARE

Publik-News.com – Representative united nations population fund (UNFPA) Annette Sachs Robertson mengatakan, remaja perempuan dianggap menjadi sumber daya utama bagi agenda pembangunan berkelanjutan 2030 kedepan untuk bangsa, tak terkecuali remaja perempuan Indonesia.

Namun demikian, Robertson menyayangkan banyaknya jumlah remaja perempuan yang putus sekolah hanya gara-gara menikah di usia dini. Padahal, kata dia, ketika remaja perempuan diberi kesempatan untuk mengakses pendidikan, kesehatan termasuk kesehatan reproduksi, mereka adalah aset bangsa yang dapat diandalkan.

“Pelaksanaan wajib belajar 12 tahun, pendidikan lanjutan untuk anak perempuan, pelayanan kesehatan reproduksi di sekolah,” kata Robertson saat menjadi narasumber acara diskusi di kantor BKKBN, Senin (22/8/2016).

Menurut Robertson, remaja perempuan dibanyak negara berkembang, khusunya di Indonesia masih menghadapi tantangan seperti perkawinan anak anak dibawah umur masih tinggi dan kehamilan remaja cenderung mengakibatkan putusnya sekolah mereka.

“Berdasarkan susenas 2015 BPS 2016 mayoritas 91 % dari perempuan yang menikah sebelum usia 18 tahun tidah menyelesaikan sekolah,” katanya.

Robertson menilai dengan pendidikan yang rendah para remaja permpuan cenderung memiliki keterbatasan dalam pertisipasi angkatan kerja dan memperoleh pendapatan yang layak.

(Taufik)

Comment