Sebelum Dipecat, Doli Kurnia Ditawari Jabatan Strategis di Golkar?

Sebelum Dipecat, Doli Kurnia Ditawari Jabatan Strategis di Golkar?

SHARE

Publik-News.com – Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar ternyata pernah merayu Koordinator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia agar tidak mengkritisi kepemimpinan Setya Novanto. Doli sempat dipanggil untuk ditawari jabatan di partai berlambang pohon beringin itu.

Namun, Doli tak ingin menerima tawaran tersebut. Ia memang pernah menemui pimpinan Golkar, namun mantan Ketum KNPI ini lebih memilih tidak menerima jabatan apapun asalkan bisa leluasa menyampaikan aspirasi kader dalam membenahi Golkar.

Ketua Dewan Kehormatan Golkar Agung Laksono mengatakan, jabatan yang ditawarkan kepada Doli sebelum Golkar mengeluarkan surat pemercatan. Doli juga sempat ditegur pengurus pimpinan pusat Golkar sebelum dia dipecat karena dia terlalu vokal.

“Saya panggil saudara Doli beberapa waktu lalu. Dia bilang, saya (Doli) tidak pernah diundang, tidak pernah diminta datang. Terus saya sampaikan ke Pak Novanto maupun Idrus setelah Shalat Idul Adha. Menurut Pak Idrus, dia sudah memanggil Doli, malah sudah ditawarkan jabatan. Bagaimanapun Doli ini kan anggota Kosgoro. Jadi (saya) punya kewajiban moril untuk bertanya ke dia,” ujar Agung saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (1/9/2017).

Agung menegaskan bahwa dirinya tidak setuju partainya mengeluarkan surat pemecatan kepada Doli. Hanya saja, dia melanjutkan bahwa partainya memiliki pertimbangan lain sehingga dikeluarkan surat pemercatan kepada Doli sebagai kader partai Golkar.

“Ya sebetulnya itu kewenangan DPP, saya sendiri terhadap pemecatan itu kurang setuju kalau ada perbedaan pendapat. Tapi DPP kan punya pertinbangan lain,” kata Agung.

Meski demikian, dia tidak mempersoalkan keputusan itu asal sudah melalui prosedur yang benar.

“DPP itu diberi hak untuk memecat anggota sepanjang dipandang dapat mengganggu dan menimbulkan masalah dan bertentangan dengan kebijakan partai. Tapi harus ditempuh sesuai prosedur yang benar,” terangnya.

Mantan Ketua DPR ini mengatakan, yang menjadi dasar DPP mengambil keputusan pemecatan karena Doli tidak mematuhi keputusan rapat pleno DPP Golkar tentang kasus hukum Novanto.

“Salah satu keputusan pleno itu adalah tidak akan ada Munaslub dan tidak ada pengangkatan plt. Tetap ketuanya Novanto. DPP memandang saudara Doli membangkang keputusan tersebut dan menimbulkan masalah di internal,” katanya.

Comment