Sebelum Memberontak, Aidit Klaim Pancasila Akui Ateis

Sebelum Memberontak, Aidit Klaim Pancasila Akui Ateis

SHARE

Publik-News.com – Partai Komunis Indosenesia (PKI) dikenal selalu bermuka dua oleh lawan-lawan politiknya. Termasuk dalam memahami sila ketuhanan dalam pancasila, Aidit selaku tokoh PKI saat itu mengklaim pancasila sejatinya tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agama.

Baginya, PKI menerima sila ketuhanan hanya secara keseluruhan. Sila ini juga diartikan sebagai bentuk anti terhadap proganda agama. Namun demikian, kata Aidit, pancasila juga memberikan ruang kepada mereka yang tidak beragama, atau dalam arti lain tidak ada paksaan dalam beragama.

“Kami menerima sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam rangka Pancasila sebagai satu-kesatuan. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mencerminkan kenyataan bahwa jumlah terbanyak dari bangsa Indonesia menganut agama yang monoteis (bertuhan satu)” kata Aidit  yang dimuat dalam majalah Pembina pada 12 Agustus 1964

“Dengan menerima sila Ketuhanan berarti di Indonesia tidak boleh ada propaganda anti-agama, tetapi juga tidak boleh ada paksaan beragama. Paksaan beragama bertentangan dengan sila Kedaulatan Rakyat. Juga bertentangan dengan sila Kebangsaan, Kemanusiaan, dan Keadilan Sosial.”ucap Aidit

Aidit dalam pernyataannya selalu membawa nama Soekarno bahwa dikatakanya Soekarno selalu mendekung ide dan gagasannya terkait sila ketuhanan.

“Tentang ini dengan tegas dikatakan oleh Presiden Sukarno bahwa “ada perbedaan yang tegas antara keperluan negara sebagai ‘negara’ dan ‘urusan agama’.”tegasnya.(Fq)

SHARE
Comment