Sebut Bom Kampung Melayu Rekayasa, ARP Ajukan Penangguhan Penahanan

Sebut Bom Kampung Melayu Rekayasa, ARP Ajukan Penangguhan Penahanan

SHARE

Publik-News.com – ARP (37) meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk memberikan pengampunan terhadapnya terkait postingan yang menyebut bom Kampung Melayu bagian dari rekayasa. Melalui kuasa hukumnya, ia kemudian mengajukan penangguhan penahanan.

“Hari ini tim penasihat hukum akan mengirimkan permohonan maaf kepada kapolri dan surat penangguhan penahanan dengan jaminan dari keluarga dengan harapan dikabulkan oleh penyidik,” ujar kuasa hukum ARP, M Ihsan, Selasa (30/5/2017).

Ia mengatakan kliennya itu saat ini memiliki dua orang anak berusia 5 dan 3 tahun. Istrinya juga sedang hamil 5 bulan dan membutuhkan kehadiran ARP.

“ARP berharap bisa dimaafkan dan kembali berkumpul dengan keluarga karena ARP merupakan tulang punggung keluarga,” ungkapnya.

ARP menyesail perbuatannya yang membuat postingan di facebook sehingga menyakiti perasaan Kapolri dan masyarakat luas.
“Terlihat penyesalan dan kesedihan di raut muka ARP sehingga dia menuliskan surat permintaan maaf pada Bapak Kapolri dan penyesalan atas kebodohan dan kesalahannya menulis di FB sehingga menyakiti banyak orang,” katanya

“ARP menyesali semua perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi. Semoga Bapak Kapolri memaafkan ARP dan seluruh masyarakat Indonesia memberikan maaf sehingga menjadi pelajaran bagi ARP dan seluruh pengguna FB atau media sosial untuk cerdas dan beretika dalam menggunakan medsos, sehingga tidak mengalami nasib yang sama dengan ARP,” sambungnya. (Fq)

 

 

SHARE