Sebut Ceramah Ustadz Somad Melahirkan Umat Beringas, Jurnalis Ini Dipecat dari Tempat...

Sebut Ceramah Ustadz Somad Melahirkan Umat Beringas, Jurnalis Ini Dipecat dari Tempat Kerjanya?

SHARE

Publik-News.com – Nama seorang jurnalis bernama Zulfikar Akbar ramai diperbicangkan dan menjadi bulan-bulanan di media social Twitter. Warget net rame-rame mengecam dia karena dianggap menghina dakwah yang selama ini dikumandangkan dai’ kondang Ustadz Abdul Somad, melahirkan umat beringas.

Ustadz Abdul Somad sempat ditolak masuk negara Hongkong. Padahal, ulama lulusan Mesir dan maroko ini hendak mengisi ceramah pada beberapa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sana. Namun, sayang, dirinya ditolak di negeri tersebut dan harus membatalkan ceramahnya.

UAS — panggilan akrab Ustadz Abdul Somad mengaku dihampiri dan dihadang sejumlah orang yang dia tidak kenal saat dirinya berada di Bandara Hongkong. Para penghadang itu meminta UAS membuka dompetnya. Semua kartu nama yang berada di dalam dompet UAS diperiksa. Namun demikian, alumnus Al Azhar Cairo Mesir itu tidak marah. Sebaliknya, dia tetap santun dan sabar.

Zulfikar Akbar mencuit di akun Twitternya @zoelfick mengomentari tentang Ustaz Abdul Somad yang dideportasi oleh pihak otoritas Hong Kong. Zulfikar diketahui merupakan jurnalis Harian Top Skor.

“Ada pemuka agama rusuh ditolak di Hong Kong, alih² berkaca justru menyalahkan negara orang. Jika Anda bertamu dan pemilik rumah menolak, itu hak yang punya rumah. Tidak perlu teriak di mana² bahwa Anda ditolak. Sepanjang Anda diyakini mmg baik, penolakan itu takkan terjadi,” cuit @zoelfick.

Cuitan Zulfikar Akbar tersebut semakin membuat warga net marah dan membuat tagar #BoikotTopskor. Pengguna Twitter bernama SINGO (-663) dengan akun @tuanmarajo menulis “#BoikotTopskor. Jangan kau coba 2 hina ulama kami__ kau cari kaca dan ngaca yang bener; udah sampai dimana keilmuan kau;__#BoikotTopskor”.

cuitan akun @tuanmarajo ini kemudian jawab oleh Zulfikar Akbar dengan tulisan “Jadi @ustadabdulsomad ini salah satu hasil dari dakwah Anda, melahirkan umat seperti ini. Sila muhasabah, Anda mungkin lbh dekatkan mereka ke setan alih-alih kepada Allah,”.

Karena ulah Zulfikar Akbar, #BoikotTopskor menempati urutan pertama menjadi tranding topik Indonesia. Zulfikar Akbar kemudian meminta maaf kepada umat Islam yang merasa tersinggung atas ulahnya yang memojokkan Ustadz Abdul Somad. Dia juga mengaku bahwa apa yang ditulisnya melalui akun Twitternya tersebut tidak terkait dengan tempat dia bekerja.

“Kpd teman² muslim yg merasa tersinggung krn kritikan sy atas @ustabdulsomad saya ingin sampaikan permintaan maaf dan klarifikasi sekaligus”

“Permintaan maaf ini sy sampaikan bkn karena tekanan, tapi sy akui kritikan tsb terasa keras, sehingga melukai teman2”

“Lalu knp saya melemparkan kritikan begitu, tak lain sbg upaya saya saling mengingatkan dgn cara saya, “watashaubil haq, watawa shaubil haq”

“Selama ini saya melemparkan kritikan, bs sy tegaskan, bkn sbg permusuhan melainkan sbg sikap kritis atas fenomena sosial.”

“Thanks juga kpd @ardi_riau Atas kritik baliknya kpd saya. Mdh2an kt tetap saling kritik, tapi bkn dgn permusuhan, melainkan dgn cara2 hasanah.”

“Mudah2an dgn permintaan maaf ini, teman2 pengikut @ustabdulsomad dpt memaafkan dan melihat kritikan sy sbg kritikan sesama muslim sbg bagian otokritik kita”

“Sekaligus sy meminta Mas @ardi_riau agar tidak menyeret pihak manapun atas masalah itu, krn segala kritikan itu murni kritikan pribadi dan tak terkait dgn perusahaan, lembaga pemerintah, atau pribadi lain. Salaman”

“Mudah2an permohonan maaf saya dapat diterima, seperti saya juga sudah menerima sanksi terberat dalam karier saya. Mdh2an tak ada dendam di antara kita. Hormat saya untuk semua. Subhanallah wabihamdihi subhanakallahumma wabihamdika. Astaghfiruka waatuubu ilaik.”

“Sekali lagi saya mohon maaf bagi teman² yang masih tersinggung. Janji saya, tidak akan mengulangi hal-hal yang mengusik teman. Sebuah desakan dr teman² muslim yg tersinggung sudah disikapi pihak redaksi. Keputusan mereka; saya di-cut sbg sanksi yang saya terima dgn lapang dada”. (PN)

SHARE
Comment