Sekali Lagi Tentang Kejamnya Perilaku Gubernur Djarot kepada Warganya

Sekali Lagi Tentang Kejamnya Perilaku Gubernur Djarot kepada Warganya

SHARE

Rencana Gubernur DKI Djarot mengusir ribuan warga penunggak sewa di 23 rusun yang tersebar di DKI Jakarta merupakan rencana yang kejam, sebab mereka itu adalah korban gusuran Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Rumah mereka sudah dihancurkan oleh Ahok dan mereka terpaksa tinggal di Rusunawa. Mereka sudah tidak punya tempat tinggal lagi selain Rusun yang saat ini mereka tempati.

Penghasilan mereka berkisar 20.000 sampai dengan 50.000 rupiah per hari per kepala keluarga, sedangkan mereka saat ini harus bayar sewa sekitar 300.000 per bulan, belum termasuk air, listrik dan biaya kehidupan rumah tangga lainnya. Jadi sangatlah kejam jika seorang pemimpin daerah berniat untuk mengusir warganya yang sedang terhimpit masalah ekonomi.

Sebagai kader PDIP yang katanya partai wong cilik seharusnya Gubernur Djarot mengayomi warga rusun termasuk warga yang menunggak bayar sewa. Jangan terburu-buru mengumbar kata “usir” kepada warga Dusun yang kurang mampu. Sebab perkataan itu kejam dan tidak pantas diucapkan oleh seorang Jarot yang katanya kader partai marhaen partainya wong cilik.

Permasalahan ekonomi warga rusun harus menjadi perhatian Djarot. Apa yang menyebabkan mereka menunggak pembayaran. Jangan terburu-buru menghakimi warga rusun dengan mengatakan mereka tidak beritikad baik untuk membayar. Saya yakin mereka warga rusun punya niat membayar sewa rusunawa, namun mereka memang benar-benar terhimpit masalah ekonomi, apalagi saat ini tarif listrik melonjak tinggi.

Djarot beserta jajarannya sebaiknya menyelidiki terlebih dahulu secara mendetail, didata berapa pendapatan mereka, dan berapa pengeluaran mereka setiap bulannya. Jika ada warga yang sebenarnya mampu, namun tidak berniat membayar, dikumpulkan saja mereka, diberikan pengarahan secara baik, jangan hanya main kirim-kirim surat peringatan ancaman pengusiran yang meresahkan warga rusun, saya yakin semuanya bisa di selesaikan secara musyawarah.

Gubernur Djarot harus merasakan kesulitan masyarakat pra sejahtera saat ini hidup ditengah ekonomi yang sedang lesu, jangan rendahkan derajat martabat mereka dengan mengatakan “akan mengusir” hentikan bicara arogan terhadap rakyat kecil.

Oleh: Bastian P Simanjuntak
(Penulis adalah Presiden GEPRINDO)

SHARE
Comment