Sekali Lagi Tentang Perlakuan Istimewa Kepada Ahok

Sekali Lagi Tentang Perlakuan Istimewa Kepada Ahok

SHARE

Beberapa jam Lalu, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, terpidana Kasus penistaan agama telah di eksekusi oleh kejaksaan sebagai eksekutor pelaksanaan putusan pengadilan yang sudah inkrach. Ahok di vonis 2 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Yang menarik. Ahok justeru tetap ditempatkan di rutan Mako Brimob, Depok. Padahal sudah berstatus terpidana.

Yang bisa ditempatkan di Rutan hanya yang berstatus tersangka, dan terdakwa. Kalau sudah terpidana atau putusan sudah inkrach maka harus ditempatkan di lembaga pemasyarakatan/LP.

Hal ini sesuai dengan UU No. 12/1995 tentang pemasyarakatan Pasal 1 angka 3 yang menyatakan bahwa LP adalah tempat untuk melaksanakan pembinaan narapidana dan anak didik pemasyarakatan.

Selain itu, juga melanggar ketentuan Pasal 1 angka 2 PP No 27/1983 tentang pelaksanaan KUHP yang secara tegas menyatakan bhw Rutan adalah tempat tersangka atau terdakwa ditahan selama proses penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan.

Juga melanggar ketentuan Kepmen Kehakiman No. M.01.-PL.02.01 thn 1991 tentang pemindahan narapidana anak didik dan tahanan. Pada Pasal 2 yang intinya menyatakan bahwa pemindahan narapidana hanya dapat dipindahkan atau ditempatkan di Lapas Wilayah lain. Dalam makna itu, Ahok mestinya harus ditahan di LP cipinang dulu baru bisa di pindah kan ke LP lain dan bukan Rutan, karena rutan tidak berfungsi sebagai tempat pembinaan narapidana tetapi untuk menahan sementara seorang tersangka atau terdakwa dan bukan terpidana.

Penempatan Ahok di rutan Brimob kelapa dua merupakan bentuk diskriminaai hukum terhadap narapidana lain dan prinsip equality before the law.

Pembedaan perlakuan terhadap Ahok dapat memancing reaksi dari narapidana lain dan keluarga serta masyarakat luas karena ketidak adilan sosial.

Ahok merupakan potret narapidana yang sangat dimanja oleh penegak hukum saat ini. Dan bahkan dibela oleh beberapa pejabat negara.
Ahok harus dikembalikan ke LP agar mendapat pembinaan dan pendidikan yang layak agar perilaku dan ucapannya dapat berubah lebih baik.

Alasan penempatan Ahok di rutan Mako Brimob merupakan dalih yang tidak masuk akal dan fakta imajinatif. Seolah-olah Ahok terancam. Di ancam oleh siapa? Tidak ada yang bisa jawab dan pihak Kejaksaan maupun pihak Lapas tidak pernah secara resmi “ancaman” itu dijelaskan kepada publik sehingga dapat dinilai sebagai alasan yang diada-adakan.

Oleh: Syamsuddin Radjab
(Penulis adalah Ketua Presidium Kejaksaan Watch)

Comment