Home Hukum Sekjen KAI: Bahaya Kalau Polisi Tak Proses Kasus Inul

Sekjen KAI: Bahaya Kalau Polisi Tak Proses Kasus Inul

101

Publik-News.com – Sekretaris Jenderal Kongres Advokat Indonesia (KAI), Aprillia Supaliyanto menyangkan sikap penyidik kepolisian Polda Metro Jaya yang tidak memproses laporan Advokat Peduli Ulama tentang kasus pencemaran nama baik yang diduga dilakukan pedangdut Inul Daratista terhadap ulama.

“Ini kadang-kadang kita jadi salah kaprah. Yang namanya masyarakat yang jadi korban ya lapor. Bahwa kejadian ada barang buktinya atau tidak, itu kewajiban polisi mencarinya,” ujar Aprillia saat berbincang dengan Publik-News.com di kantornya, kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (30/3/2017).

Menurunya, polisi yang menerima laporan penghinaan ulama ini mestinya berpedoman pada aturan yang ada. Sebab, kata dia, ada dua tahap dalam mekanisme penanganan perkara, yaitu Penyelidikan dan penyidikan.

“Dalam proses penyelidikan ini kewajiban penyidik untuk menemukan alat bukti apakah dalam peristiwa ini ada unsur kejahatan atau tidak. Ini wajib dilakukan,” pungkasnya.

Dia menambahkan, polisi dapat membaca kembali Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 12 Tahun 2014. Dalam Perkap itu disebutkan tahapan dan mekanisme penanganan perkara tindak pidana.

“Jadi salah kalau kemudian polisi membebankan hal (barang bukti) semacam itu kepada pelapor,” katanya.

Lebih lanjut, dia menegaskan, laporan penghinaan ulama yang diduga dilakukan Inul merupakan kewajiban polisi untuk mencari. Sebab, apa yang laporkan Advokat Peduli Ulama sudah cukup untuk menjadi petunjuk.

“Jadi mestinya diterima dululah meski buktinya berupa foto copy. Selebihnya diperintahkan kepada pelapor untuk mencari bukti aslinya. Dan kemudian berbarengan dengan itu, polisi melakukan penyelidikan mengenai apa yang dilaporkan,” pintanya. (HR)

Comment