Selamatkan Teluk Jakarta dari Kepentingan Menko Maritim

Selamatkan Teluk Jakarta dari Kepentingan Menko Maritim

SHARE

Pemerintah kembali membuat kegaduhan dengan putusan yang saling menyalip dan membatalakan, putusan menkomaritim yang dipimpin oleh prof. Rizal ramli 2016 lalu yang memuturkan moratorium reklamasi teluk jakarta.

Dengan demikian para pengemban pulau itu mengatakan sangat menghargai putusan pemerintah dengan bukti mereka menghentikan proses reklamasi itu. Dimana saat itu kementrian terkait sudah mengkaji dampak lingkungan yang mereka akan rusak jika reklamasi tersebut tetap dilanjutkan.

Kementerian terkait saat itu tentu tujuannya mulya karena jika reklamasi itu dilanjutkan tentu penghidupan nelayan akan terganggu, dan yang terpenting tentunya adalah merusak tatanan bumi yang sudah tercipta oleh Tuhan sekian rapi dan seimbang.

Dan tentu tidak boleh manusia merusak ekosistem lingkungan yang sudah tertata rapi. Apa lagi hanya menjadi komoditi pemodal yang tidak manusiawi dalam mengeksploitasi darat dan laut.

Apa yang dilakukan oleh Luhut Binsar Panjaitan yang beberapa hari yang lalu memutuskan untuk mencabut putusan mentri sebelumnya bernomor surat itu disebutkan bahwa; Dengan ini diberitahukan bahwa penghentian sementara (moratorium) pembangunan Proyek Reklamasi Teluk Jakarta (sebagaimana dalam surat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Nomor : 27.1/Menko/Maritim/IV/2016, tanggal 19 April 2016), saat No surat tersebut diatas telah menjadi arsip tak berarti.

Saat ini menkomaritim Luhut BP. Mengagetkan kita dengan memutuskan mencabut secara resmi moratorium tersebut dengan surat surat dengan Nomor S-78-001/02/Menko/Maritim/X/2017 itu berarti menganulir dan membatalkan surat keputusan tentang moratorium reklamasi Teluk Jakarta yang ditandatangani Rizal Ramli saat menjabat menko Kemaritiman pada 2016.

Menko maritim saat ini tidak boleh arogan dalam Reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta yang sempat berpolemik, sebab dimana disana masih banyak menyisahkan masalah.

Dengan sikap arogansi pemerintah dalam hal ini Luhut BP tersebut menggambarkan kepada kita semua bahwasanya ada indikasi kuat keinginan menko maritim mendapat keuntungan dari polemik reklamasi teluk Jakarta. Saya menduga ada misi yang terselubung yang diperankan LBP yang begitu besar, memanfaatkan kop Pemerintah untuk memperkaya diri.

Oleh: Pahmuddin

(Penulis adalah Wasekjen PB HMI)

Comment