Selasa Besok, PB HMI Gelar Diskusi “Siapa Pemilik Teluk Jakarta?

Selasa Besok, PB HMI Gelar Diskusi “Siapa Pemilik Teluk Jakarta?

SHARE

Publik-News.com – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) akan menggelar diskusi publik bertajuk “Siapa Pemilik Teluk Jakarta”, Selasa (7/11/2017) besok. Ada tiga narasumber yang akan menjadi pembicara pada diskusi yang akan digelar Sekretariat PB HMI, Jalan Sultang Agung, Jakarta Pusat tersebut.

Ketua Panitia diskusi, Pahmuddin Cholik, mengatakan tiga pembicara yang akan memaparkan pendapatnya soal reklamasi teluk Jakarta tersebut adalah Akademisi dari Univestitas Indonesia Prof. Rocky Gerung, Direktur Eksekutif Jenggela Center Syamsuddin Radjab dan Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo. Diskusi ini diinisiasi oleh Bidang Lingkungan Hidup PB HMI.

“Acara ini akan kami selenggarakan di sekretariat PB HMI. Ketiga pembicara tersebut telah konfirm untuk hadir. Ini adalah bentuk konsistensi kami untuk mengwal agenda perjuangan rakyat,” ujar Pahmuddin melaluis siaran persnya, Senin (6/11/2017).

Menurut Pahmuddin, reklamasi teluk Jakarta terus menuai polemik. Pasalnya, dilantiknya Anies Baswedan sebagai gubernur DKI mematik episode baru terkait hal tersebut.

“Tentu PB HMI sampai hari ini masih sangat concern terhadap isu-isu publik. Terlebih ketika hal tersebut berhubungan langsung dengan kehidupan rakyat. Nah terkait reklamasi, posisi PB HMI jelas menolak hal tersebut. Karena itu untuk mengurai persoalan tersebut kami mengadakan diskusi ini, katanya.

Ditegaskan Pahmuddin, ada banyak hal yang perlu dikritisi dari reklamasi, termasuk para nelayan yang tercerabut dari sumber penghidupannya. Dengan merespon agenda itu, tentu para pemangku kebijakan wajib memberikan pemahaman yang gamblang kepada publik, bukan hanya kepada masyrakat setempat, tetapi wajib pemerintah dalam hal ini Kemenko Maritim membuka siapa sebenarnya pengemban yang begitu tergesah-gesah punya keinginan untuk mereklamasi pantai teluk jakarta itu.

“Rakyat harus menyadari betul apa dibalik proyek reklamasi ini, karena bukan hanya teluk jakarta, termasuk yang ada disurabaya, bali, batam dan makassar. Mengapa semua daerah pesisir ini menjadi agenda besar para inpestor ingin menguasai daerah pesisir pantai Indonesia, saya menduga dengan menguasai daerah pesisir ini sebagai jalur bisnis gelap, alangkah rusaknya keinginan para pengemban jika suatu saat nanti daerah pesisir ini menjadi jalur penyelundupan barang haram masuk ke Indonesia, kita tidak boleh menutup mata jalur masuk barang haram seperti sabu dan obat-obatan seperti heroin masuk ke Indonesia dengan jumlah berton-ton masuknya melalui jalur laut. Hal demikian harus diwaspadai sejak dini,” tukasnya. (HR/PN)

SHARE
Comment