Sengkarut Freeport dan Mahalnya Harga Cabe

Sengkarut Freeport dan Mahalnya Harga Cabe

SHARE

Bagaimana sanggup urai sengkarut Freeport? Wong atasi mahalnya harga cabe saja udah kedodoran. Padahal Kabinet ini motto nya: Kerja, Kerja dan Kerja. Lalu kita bertanya, apa nya yang di kerjai?

Yang paling sederhana melihat soal Kinerja Kabinet Jokowi adalah bagaimana atasi hal yang paling sederhana. Yaitu tekan harga cabai. Tadi siang saya temani Istri di sebuah PD pasar di Depok. Beli cabe seper empat kilogram harga nya Rp 45.000. Jika sekilogram pasti harga nya Rp.180.000.-

Lalu, saya bergumam dalam hati. Apa saja kerja Menteri Perdagangan Enggartiasto Likito dan Mentri Pertanian Amran Sulaiman? Padahal harga cabe ini semakin meninggi hampir sebulan ini. Saya menduga ada permainam spekulan dan mafia impor yang libatkan orang-orangnya di perdagangan dan pertanian. Agar harga tetap tinggi biar jadi alasan buka kran impor cabe.

Saya tidak tahu, Enggar (mendag) dan Amran (mentan) punya konsep apa , atasi mahal nya harga cabe? Cuma yang saya dengar adalah kalau cabe mahal. Enggar anjurkan agar cabe di tanam di halaman rumah masing-masing. Amran belum dengar bilang apa soal mahalnya cabe sekarang.

Mahalnya harga cabe, persoalan yang sederhana dan tidak serumit sengkarut Freeport. Bagaimana mau atasi Freeport yang rada rumit itu, karena terkait dengan masuknya Papua dalam wilayah NKRI. Sebelumnya Irian kata Soekarno adalah negeri jajahan Belanda.

Amerika memang punya peran masuknya Irian. Sejarah ini tidak bisa bisa di abaikan. Meski pengelolaan Freeport sejak adanya UU PMA 1967, begitu leluasa ambil tambang di Irian.

Jakarta juga punya andil besar dalam hal ini. Konon Presiden Abdurahman Wahid jatuh karena ngotot naikkan porsi besar untuk Jakarta dari 8% ke 12% dari penghasilan perusahaan MC Morran ini.

Konon, Cina minat Freeport. Apalagi Poros Jakarta Beijing sedang mesra-mesranya. Bisa saja Jokowi gelap mata serahkan Freeport ke Cina. Kita tahu seperti apa Cina berbisnis. Maka soal Freeport ini jika Cina masuk dan Jokowi karena tekanan dan balas jasa, restui Cina masuk. Jakarta akan terima dampak besar.

Kalau Jokowi serahkan ke Cina. Apalah AS tinggal diam? Bisa saja Jokowi bernasib seperti Gus Dur. Meski sekarang soal Freeport di urus Jonan dan Luhut sebagai menko nyambi ini dan itu di luar tupoksi menko maratim seperti jadi pembela Ahok dengan memintakan maaf ke Kiai Makruf Amin.

Konon ditunjuk Luhut soal IMF-WB karena Jokowi mulai tidak percaya lagi dengan Darmin dan Sri Mulyani. Padahal Mantan Menkeu SBY, Sri Mulyani pernah di World Bank loh.

Soal Luhut di tunjuk urusi IMF-BW itu mestinya dari sekarang Jokowi bikin perubahan postur Menko Maratim dan Sumber Daya Apa Saja.

Sengkarut Freepot dan sengkarut managemen kabinet Kerja yang semakin tidak fokus itu, rasa nya rada susah beresin masalah yang menggunung sekarang ini.

Cabe saja susah di urus, apalagi Freeport? Meski label Kabinet Kerja belum di ganti dengan Kabinet Kedodoran. Kedodoran Urus Cabe, Urus Freeport dan IMF-BW.

Oleh: Muslim Arbi

SHARE
Comment