Siang Ini, Polisi Akan Periksa Suami Sylviana Murni Terkait Makar

Siang Ini, Polisi Akan Periksa Suami Sylviana Murni Terkait Makar

SHARE

Publik-News.com – Polda Mtero Jaya mengaku akan melakukan pemeriksaan terhadap suami calon Wakil Gubernur DKI, Sylviana Murni, Gde Sardjana terakit adanya dugaan makar terhadap sejumlah aktivis yang ditangkap jelang demo 2 desember.

Gde rencananya akan diperiksan hari ini dalam kapasitasnya sebagai saksi terhadap kasus makar yang dialami Zamran. Gde akan dimintai keterangan perihal aliran dana yang di transfer ke zamran.

Sedangkan zamran sudah ditetapkan tersangka dalam kasus makar ini yang dijerat dengan UU ITE atas dugaan penyebaran informasi berbau SARA.

“Rencananya hari ini jam 1, yang bersangkutan akan dimintai keterangan sebagai saksi dalam kaitan dugaan makar,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowi Argo Yuwono, Jumat, 30 Desember 2016

“Jadi ada aliran dana ke Zamran dari yang bersangkutan (Gde), makanya dimintai keterangan,” tambahnya.

Namun demikian, Argo belum bisa memberikan keterangan perihal keperluan dari uang yang di transfer ke zamran. Yang jelas, uang tersebut di transfer sebelum aksi 2 Desember.

“Uangnya untuk keperluan apa, kapan ditransfernya, berapa jumlahnya, ya itu yang akan dicari tahu dalam pemeriksaan ini,” katanya

Dalam kasus makar ini, Polisi sudah menangkap 11 orang yang kemudian dijadikan tersangka. Mereka yang disangka pasal makar adalah Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri. Hatta Taliwang. Dijerat dengan Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP.

Zamran dan Rizal Khobar, ditetapkan tersangka karena menyebarkan ujaran kebencian yang berbau SARA. Polisi menjeratnya dengan Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik jo Pasal 107 jo Pasal 110 KUHP.

Kemudian Sri Bintang Pamungkas, disangka melanggar Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik jo Pasal 107 jo Pasal 110 KUHP atas dugaan menghasut masyarakat di media sosial

Sedangkan yang terakhir, Ahmad Dhani disangka karena telah melakukan penghinaan kepada Presiden, dijerat dengan Pasal 207 KUHP. (Fq)

SHARE
Comment