Sidang Paripurna Dimulai, F-PKS Interupsi Angket KPK Batal dan Minta Usut Fahri

Sidang Paripurna Dimulai, F-PKS Interupsi Angket KPK Batal dan Minta Usut Fahri

SHARE

Publik-News.com – Fraksi PKS langsung menyampaikan interupsi ketika sidang paripurna DPR dimulai. Menyatakan komitmen untuk tidak mengirimkan perwakilannya manjadi pansus hak angket KPK.

Ansory Siregar, yang menjadi pengusul interupsi mengatakan apa yang diputuskan dalam sidang paripurna sebelumnya yang dipimpin Fahri Hamzah dilakukan secara tergesa-gesa dan melanggar peraturan dan tata tertib DPR

“Fraksi PKS menilai perbuatan pimpinan di paripurna 28 April, saudara pimpinan dalam memutuskan hak angket KPK dilakukan secara tergesa-gesa dan sepihak. Tidak mendengarkan seluruh fraksi dan tidak mendapat persetujuan seluruh anggota yang hadir,” ujar Ansory dalam interupsinya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/5/2017).

“Kami meminta agar paripurna untuk membatalkan keputusan hak angket karena proses pengambilan keputusan melanggar tatib. Kami mendesak. Ini memungkinkan sesuai tatib,” imbuh Ansory.
Ia menegaskan sikap Fraksinya tetap menolak hak angket KPK. Sementara berkaitan dengan sikap Fahri Hamzah bukanlah mewakili Fraksi PKS

“F-PKS tidak bertanggung jawab terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan PKS. Sikap Fahri Hamzah merupakan tanggung jawab yang bersangkutan sendiri,” tutur Ansory.

“Kalau masih menindaklanjuti, F-PKS tidak akan mengirimkan anggotanya untuk terlibat dalam setiap pembahasan di pansus. Karena tidak terpenuhi semua unsur fraksi, maka panitia angket tidak bisa dibentuk dan gugur dengan sendirinya,” lanjut dia.

Ia kemudian meminta Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memeriksa Fahri karena melakukan pelanggaran dengan tidak memberikan kesempatan Fraksi lain untuk menyampaikan pendapat terkait hak angket KPK beberapa waktu yang lalu.

“F-PKS mendesak kepada MKD untuk memproses dugaan pelanggaran saudara Fahri Hamzah sebagai pimpinan paripurna. F-PKS berkomitmen dan konsisten untuk mendukung KPK dalam memberantas korupsi tanpa pilih kasih,” tegas Ansory.

Pernyataan ini kemudian disampaikan kepada pimpinan sidang paripurna,  yakni Wakil Ketua DPR Agus Hermanto.

“Kami sudah terima suratnya. Akan kami proses sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Agus.(Fq)

 

SHARE
Comment