Sinergi Menuju Indonesia Mandiri Energi, Sebuah Catatan Terhadap KEN

Sinergi Menuju Indonesia Mandiri Energi, Sebuah Catatan Terhadap KEN

SHARE

Publik-News.com – Indonesia’s Youth Forum For Renewable Energy and Energy Efficiency menggelar diskusi bertajuk “Catatan Terhadap Kebijakan Energi Nasional, Sinergi Menuju Indonesia Mandiri Energi” pada Senin (15/8/2016).

Diskusi yang digelar Ruang Lintas EBTKE, Gedung Dirjen EBTKE, Cikini, Jakarta Pusat, ini menghadirkan empat narasumber. Mereka adalah Rida Mulyana (Dirjen EBTKE, Kementerian ESDM), Fabby Tumiwa (Pengamat Energi, Direktur Eksekutif IESR), Mohit Singh (Peneliti dan Akademisi dari Berkeley University United States of America) dan Enbun Marufah (Ketua Presidium Nasional IYFREE).

Melalui deskripsi undangan yang diterima Publik-News.com, Lisan Sulaiman mengatakan, sesuai Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang masuk juga dalam program prioritas Presiden Republik Indonesia, pengelolaan enegi dari sumber Energi Baru Terbarukan diharapkan mencapai 23 persen dari bauran energi nasional pada tahun 2025.

“Adapun kita ketahui porsi Energi Baru Terbarukan dalam baruan energi saat ini baru mencapai 5 persen sehingga diperlukan sebuah kebijakan yang terus konsisten dari pemerintah untuk bisa menggenjot target tersebut saat ini,” katanya.

Menurutnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengemban amanat maha besar, dibawah Menteri baru Bapak Archandra Tahar guna memastikan target rencana jangka panjang pengelolaan energi nasional dengan prioritas pada pengembangan energi terbarukan tersebut dapat tetap tercapai demi mejalankan amanat Presiden Jokowi yang sangat Pro terhadap pengembangan energi baru terbarukan.

“Sangat disayangkan, apabila kabar yang santer terdengar belakangan ini jika dalam rencana pemangkasan anggaran kementerian, mayoritas anggaran yang akan dipangkas adalah anggaran program yang sesungguhnya bagus guna menstimulus pengembangan energi baru terbarukan dan mengejar capaian program konservasi energi benar demikian. Benarkah kebijakan tersebut akan dilakukan? Apakah dampaknya? Bagaimana solusi nya?,” katanya.

(Hurri Rauf)

SHARE
Comment