Situasi Intan Jaya Belum Stabil Pasca Putusan MK Memenangkan Natalis Tabuni

Situasi Intan Jaya Belum Stabil Pasca Putusan MK Memenangkan Natalis Tabuni

SHARE

Publik-News.com – Kondisi masyarakat Kabupaten Intan Jaya belum juga kondisif setelah Mahkamah Konsitusi (MK) membuat keputusan yang memenangkan Natalis Tabuni dan Tann Robert Kobogoyauw sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode 2017-2022.

“Kami sebagai masyarakat Suku Moni melihat situasi ibu kota Kabupaten Intan Jaya, yang tidak kondisif pasca Pilkada sampai saat ini,” ujar Intektual Muda Intan Jaya, Yosafat Tipagau, melalui siaran persnya, Selasa (17/10/2017).

Menurut Yosafat, berbagai perlawanan seperti pembakaran perkantoran dan barak-barak pegawai dilancarkan cukup bertubi-tubi. Tindakan masyarakat semacam itu merupakan kekecewaan masyarakat kepada MK yang mengalahkan pasangan nomor urut 2, Yulius Yapugau-Yunus Kalabetme. Menurut Yosafat, tindakan masyatakat tersebut mengakibatkan tatanan kehidupan masyrakat menuju kehancuran, dalam kehidupan sosial, ekonomi, kesejahteraan dan lebih-lebih hidup damai.

“Dengan demikian kami masyarakat Intan jaya, meminta kepada mendagri, menkopolhukam, MK dan Kapolri tolong melihat situasi dan kondisi masyarakat Intan Jaya yang sedang menuju kehancuran dalam Pelaksanaan pemerintahan, bahkan kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Dia menambahkan ada dua poin aspirasi masyarakat Initan Jaya kepada Mendagari, Menkopolhukam, MK, dan Kapolri. Berikut tuntutan mereka selengkapnya.

Pertama, kepada Polri Sebagai Lembaga Pelindung Masyarakat dalam hal kemananan bagi setiap Insan manusia agar bisa memberikan keterangan tentang situasi keamanan Intan Jaya kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Menkopolhukam dan Mendagri, dengan sebenar-benarnya dan sesuai dengan kenyataan di lapangan melalui petugas Kepolisian yang ada di kabupaten Intan Jaya.

Karena untuk mengamankan Intan Jaya hanya ada satu solusi yaitu dengan Mendagri mengeluarkan SK Bupati sesuai dengan pemenang lapangan yang dimenangkan dengan Suara dari hati nurani rakyat. Apabila tidak mempertimbangkankan hal ini, maka masyarakat Intan Jaya yang sudah melaksanakan ritual makan tanah, dengan simbol bahwa lima Tahun perang Suku adalah harga mati.

Kedua, masyarakat Intan Jaya meminta kepada MK, agar hak Konstititusi masyarakat sebagai pemilik suara yang pernah memilih pemimpin kami atas nama Yulius Yapugau dan Yunus Kelabetme yang meraih suara terbanyak dengan jumlah 35.035 Suara yang diabagikan cuma-cuma tanpa dasar yang kuat MK memenangkan Natalis Tabuni dan Yaan Kobogayauw justru MK menciptakan masalah baru yang DPT Intan Jaya sangat Bedah dengan DPT Versi MK,sebagai Putusan dan juga MKtidak konsisten dalam putusan. (PN/RED).

SHARE
Comment