Soal Ancaman Pembunuhan Ahok, Djarot Heran Dengan Pernyataan Yasonna

Soal Ancaman Pembunuhan Ahok, Djarot Heran Dengan Pernyataan Yasonna

SHARE

Publik-News.com – Plt Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat mengaku heran dengan pernyataan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang menyebut ada ancaman pembunuhan terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sehingga dipindahkan dari rutan cipinang ke Mako Brimob.

Djarot mengaku tidak mengetahui dengan ancaman pembunuhan tersebut.  “Nggak tahu saya, tanya Pak Yasonna,” kata Djarot singkat di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat, Senin (15/5/2017).

Djarot kemudian bergegas masuk ruang rapat pimpinan di Balai Kota dan tak mau berkomentar lebih jauh.

Sebelumnya, Yasonna memberi alasan perpindahan penahanan Ahok dari rutan Cipinan ke Mako Brimob karena adanya ancaman pembunuhan untuk Ahok

Yasonna kemudian menceritakan pada selasa (9/5), sekitar pukul 23.00 WIB, ada telepon dari Kakanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta dan diberitahu jika rutan Cipinang sudah padat.

“Saya ditelpon Kakanwil Kemenkumham Provinsi DKI, bahwa di Rutan Cipinang saat itu sudah sangat padat. Ada 3.733 penghuni,” kata Yasonna, Minggu (14/5).
Yasonna mengatakan ada ancaman pembunuhan untuk Ahok tapi tidak disebutkan secara rinci. “Dan sulit menjamin keamanan karena figur beliau yang masih ada pihak-pihak yang sangat tidak puas dan adanya ancaman-ancaman untuk dibunuh,” ujar Yasonna.

Yasonna kemudian mengusulkan agar Ahok dipimdah ke rutan Mako Brimbo. Ia mengaku sudah berkonsultasi dengan Kapolri Tito Karnavian dan sependapat dengan usulannya. (Fq)

Comment