Soal Ekonomi Berbasis Utang, PBB: Ini Akan Terjadi “Perbudakan” atas Negara dan...

Soal Ekonomi Berbasis Utang, PBB: Ini Akan Terjadi “Perbudakan” atas Negara dan Rakyatnya

SHARE

Publik-News.com – Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (DPP PBB) bekerjasama dengan Pemuda Bulan Bintang menggelar diskusi bertajuk “Ekonomi Berbasis Utang” dimarkas DPP PBB kawasan Pasar Minggu, Rabu (9/8/201).

Diskusi terbuka untuk umum ini menghadirkan narsumber tunggal, H. Hendri Tanjung. Dia juga sebagai Ketua Bidang Ekonomi di partai yang dipimpin Yusril Ihza Mahendra itu.

Dalam kesempatan itu, Hendri memaparkan soal peningkatan utang Indonesia, mulai dari pemerintahan Soeharto pada 1998 sampai pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini.

Utang Indonesia dibawah kepemimpinan Jokowi tercatat mencapai Rp 3.700 triliun. Utang ini naik sekitar Rp 1.400 triliun karena sebalum Jokowi menjadi Presiden, terutama di masa pemerintahan SBY, untang Indonesia senilai Rp 2.700 triliun.

Menurut Hendri, utang Indonesia ini akan mengakibatkan pada debt trap, pendapatan negara tersedot untuk mencicil utang dan intervensi asing dalam pembuatan Undang-undang.

“Dan akibat utang ini rakyat susah serta akan terjadi “perbudakan” atas negeri dan penduduknya,” pungkas Hendri.

Selain itu, Hendri juga menyebut ada empat negara yang sama sekali tidak memiliki utang alias bebas dari utang. Keempat negara itu, tambah dia, Macau (Las Vegasnya China, tetangga Hongkong), British Virgin, Lichtenstein, dan Palau.

“Populasi Macau sekitar 557 ribu orang, British Virgin bebas pajak dan bebas visa, Lichtenstein populasinya 35 ribu, dan Palau memiliki 300 pulau populasinya 21 ribu,” kata Hendri yang juga dosen Universitas Ibnu Khaldun, Bogor ini. (PN)

Comment