Sodik Mudjahid Apresiasi Kesepakatan Polri, TNI dan GNPF MUI Tentang Demo 212

Sodik Mudjahid Apresiasi Kesepakatan Polri, TNI dan GNPF MUI Tentang Demo 212

SHARE

Publik-News.com – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid mengapresiasi hasil kesepakatan antara Polri, TNI dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) terkait aksi “Bela Islam” jilid III 2 Desember 2016.

“Kami sampaikan apresiasai kepada semua pihak yang bersepakat. Inilah yang kita harapkan selama ini sebagai pengamalan Panca Sila dan ajaran Islam yakni musyawarah untuk mufakat,” kata Sodik kepada Publik-News.com

Menurut Sodik, umat Islam kata Nabi Muhamaad saw , seperti lebah yang semua tindakannya memberi manfaat kepada masyarakat dan lingkungannya dan kata KH Zainudin MZ (alm) akan menyengat dengan keras jika dilecehkan dan dilukai. Dengan demikian, dia menambahkan bahwa aksi unjuk rasa 212 harus lebih damai dari 4 November lalu.

“Tidak ada lagi isu makar, tidak ada lagi upaya adu domba dan konflik antar ulama , tidak ada lagi pelarangan pengangkutan demosntran kepada. Perusahaan angkutan dan semua fihak (pendemo, Polri dan TNI) harus kompak menjaga aksi dari pihak fihak yang mencoba memancing di air keruh dan tidak ikhlas pendemo (umat islam) bersahabat dengan Polri dan TNI,” tambahnya.

Dikatakan Sodik, musyawarah dan kesepakatan yang adil dan beradab inilah yang juga harus mewarnai proses hukum selanjutnya dalam kasus dugaan penistaan agama. Jangan diganggu oleh pernyataan, kebijakan,dan seterusnya tindakan yang tidak adil dan tidak menjunjung tinggi supremasi hukum bagi semua orang yang sama kedudukannya dimata hukum

“Ummat islam tidak perlu demo lagi cukup dengan membentuk tim monitorimg proses hukum dari kalamgan ahli hukum,” pungkasnya.

Terkait kasus Gubernur DKI Jakarta non – aktif Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, Sodik meminta kejaksaan memperoses sesuai dengan kaidah hukum dan rasa keadilan masyarakat serta visi kedepan untuk mencegah terulangnya peleceham agama yang mengoyak sendi NKRI . Jangan coba bermain api dan bersikap tidak adil. Polisi dan TNI juga terus menjadi sahabat masyarakat dalam menjaga NKRI dari berbagai upaya yang menggangu stabilitas dan keutuhan NKRI.

“Mari kita semua bersikap dengan sangat hikmah dan kebijaksanaan yang tinggi dalam merawat NKRI sekaligus proses edukasi yang beradab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutup politisi dari Fraksi Gerindra ini. (HR)

Comment