Soni Sumarsono: Jangan Ada Penggusuran Lagi

Soni Sumarsono: Jangan Ada Penggusuran Lagi

SHARE

Publik-News.com – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Soni Sumarsono mengatakan jika program pembangunan rusun dan relokasi warga Jakarta sudah baik dan harus diteruskan, apalagi Pemprov DKI Jakarta sendiri sedang menargetkan pembangunan rusun untuk hunian warga Jakarta.

“Seiring dengan 11.500 target rusun yang kita bangun, bersamaan dengan itu, penataan tetap jalan. Siapapun Gubernurnya. Karena konsep ini betul dan butuh di Jakarta,” kata Soni di Jakarta Timur, Senin (26/12/2016).

Ia menegaskan jika pihaknya tidak akan menghentikan proyek relokasi tersebut jika tidak ada program yang bermasalah, yakni ketidak jelasan konsep. Bagi dirinya, penggusuran dan relokasi adalah dua hal yang berbeda. Dan yang tidak diinginkan Soni adalah penggusuran tanpa solusi, dan ini dinilai Soni penggusuran yang tidak manusiawi.

Dilanjutkan Soni, sementara sejauh ini apa yang menjadi program Pemerintah DKI Jakarta sudah sesuai yakni penggusuran dengan telah menyiapkan lokasi pengganti bagi warga yang terkenal dampak, dan ini disebut Soni sebagai relokasi, bukan penggusuran semata.

“Relokasi itu menempatkan orang dari kehidupan yang layak menjadi kehidupan yang lebih layak lagi. Jadi, kita tidak pernah merelokasi sebelum rusun siap,” tuturnya,
Ditegaskan Soni lagi, istilah penggusuran di Jakarta saat ini sudah tidak ada lagi. Sebab, istilah penggusuran biasanya merugikan mereka yang tergusur. Sementara relokasi, Pemerintah tidak lepas tanggung jawab begitu saja. Malah, Pemprov DKI memberi tempat baru bagi korban-korban penggusuran.

“Ketika digusur dia tahu mau kemana akan dipindah. Itu (relokasi) akan tetap jalan karena orang biasanya happy menunggu (untuk) direlokasi. Jadi, bukan takut, bukan tidak manusiawi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Soni pun menilai sejauh ini banyak korban penggusuran yang kini tinggal di rusun-rusun mengaku lebih bahagia. Sebab kata dia, tempat tinggal mereka kini menyediakan berbagai fasilitas lebih baik dari sebelumnya.

“Karena program Ahok ini memberikan suasana rusun yang ada tamannya, bus dijemput, pelayanan publik berjalan,” jelas dia.

Kendati begitu, Soni mengaku ada beberapa masalah yang harus ditemui para korban penggusuran yang pindah ke rusunawa, yakni kesulitan akses menjangkau tempat pekerjaan sebelumnya. Banyak dari mereka yang harus mengubah pola kerja.

Namun, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri itu mengatakan, adaptasi perubahan proses perpindahan adalah hal alami. Mereka saat ini, kata dia, tengah dalam proses penyesuaian. (TK)

Comment