Sosok Buya Hamka Bagi Taufik Ismail

Sosok Buya Hamka Bagi Taufik Ismail

SHARE

Nama lengkapnya ” Datuk Panji Alam Khalifatullah ” tapi publik mengenalnya dengan sebutan Taufik Ismail. Salah seorang maestro sastra dalam pembacaan puisi di indonesia. diusia yang makin purna beliau masih bersemangat untuk berbagi dan sharing ilmu kepada kami yang muda.

dalam sebuah acara bedah buku yang diselengarakan oleh JIC. tentang sosok lain Buya Hamka, seorang ulama, sasatrawan dan penulis yang dibuat oleh anaknya ” Afif Hamka” . Taufik Ismail, banyak memberi informasi baru tentang sosok lain Buya Hamka.

Dari beliau pula saya banyak mengetahui, sepak terjang hamka selama ditangkap dipemerintahan orde-lama. Atas tuduhan (fitnah yang disematkan kepada beliau ) karena ingin mebunuh Pak karno dan menteri Agama Saefudin zufri (ayah dari menteri agama saat ini – bapak lukman hakim) .

Namum Hamka tidak marah atas tuduhan itu, bahkan beliau menjalani proses hukuman penjara selama dua tahun lebih tanpa proses hukum. didalam sel tahanan itu pula, Buya Hamka dapat menyelesaikan buku tafsir al azhar, yang ditulisnya selama masa tahanan.

Dari informasi, Taufik Ismail. Saya juga dapat memahami alur dan pemikiran ” Pramodeya anata noer ” seorang budayawan dan penulis produktif yang berkonflik dengan buya hamka selama era ideologi terpimpin dulu.

Dalam pandangan Taufik Ismail, sekalipun aktif di LEKRA, sosok pramodeya ananta noer bukan seorang PKI tulen, beliau lebih tepat dikatakan sebagai ” individualistik” beliau menyebutnya ” Pramodeyaisme” . sebuah cara pandangan yang ingin menojolkan identitasnya secara mandiri.

Dalam catatan sejarah, pramodeya kerap menulis di Bintang timur , sebuah koran yang berhaluan kiri. Kerap mengejek para budayawan seperti hamka sebagai plagiat sejati. dan menunding ” Manikebau” sebuah lembaga kebudayan indonesia sebagai kelompok budaya yang tak bermanfaat.

Setelah benturan ideologi usai, dan PKI kalah, pramodeya diasingkan dipulau buru oleh orde baru. Pasca pertikaian Gestapu, sebuah acara dikemas di taman ismail marzuki. dan salah satu pembicaranya adalah buya hamka.

Dalam diskusi itu, ada sebuah pertanyaan seorang peserta. apa sikap buya hamka atas ditangkapnya seorang Pramodeya ananta noer datas tuduhan pembunuhan pak karno dan saifudin zufri yang mengakibatkan beliau ditahan tanpa proses hukum.

Buya Hamka terdiam, dan menjawab ” saya maafkan beliau dan jangan bakar buku – buku nya, jika anda tak setuju dengan pemikirannya maka buatlah pemikiran lain ” .

Sikap Maaf Pramodeya Kepada Hamka

Taufik ismail, juga menjelaskan hingga suatu ketika saat, sehabis mengajar di al azhar. seorang wanita datang kepada Hamka, dan memperkenalkan diri bahwa beliau adalah anak / putri dari Pramodeya ananta noer. beliau diminta oleh ayahnya dan calon suaminya , seorang keturunan tiongha untuk belajar islam kepada buya hamka.

Sontak Buya Hamka terdiam lalu menerima putri pramodeya ananta noer dengan hangat. dan bersedia akan membimbing kedua pasangan itu untuk memahami islam dengan baik. sekalipun sampai ajal menjemput pramodeya ananta noer tidak mengucapkan perkataan maaf kepada hamka, tapi mengirim anak dan calon mantu pramodeya anata noer untuk belajar dan memahami islam dengan baik kepada Hamka, itulah cara Pramodeya meminta maaf dengan Hamka. (Taufik Ismail )

Sosok Taufik Ismail, yang lugas dalam menyampaikan sejarah, dan terlibat aktif dalam peristiwa pertarungan ideologi bangsa dizaman gestapu. saya menilainya sebagai satu dari sekian orang yang patut di hargai dibangsa ini.

Puisi-puisi taufik ismail sangat menyetuh kalbu dan menginspirasi. salah satunya saat chrise mendatangi rumahnya dan minta dibuatkan sebuah lirik lagu religi.

Judulnya ” Ketika tangan dan kaki berkata ” … – akan datang hari, mulut terkunci – yang dibawakan oleh chrise. lirik lagu tersebut sangat menyetuh. bahkan saat rekaman lagu tersebut. chirse sampai tak sanggup menyanyikan karena takkuasa untuk dilanjuti karena menangis. lagu chrise yang ditulis oleh Taufik Ismail, mendapat inspirasi ketika beliau membaca al-quran surat Yasin, ayat 62.

Taufik Ismali, juga membuat ” rumah Puisi ” yang beralamat di Jl Raya Padang Panjang – bukit tinggi km 6 – sumatera barat ” satu bulan sekali beliau puang kesana. di rumah Puisi, dapat kita temui banyak karya – karya puisi beliau di pampang. dan waktunya kini dihabiskan untuk menulis puisi dan menjadi pemceramah dalam berbagai kegiatan.

Doa saya, semoa Allah beri beliau umur panjang dan kita yang muda banyak mengambil manfaat dari ilmu yang beliau sampaikan. aamin.

#Haerul kerawang-hotelBrits.

SHARE
Comment