Sri Mulyani Jadi Menkeu, Rezim Jokowi Disebut Super Neolib

Sri Mulyani Jadi Menkeu, Rezim Jokowi Disebut Super Neolib

SHARE

Publik-News.com – Ketua Presidium Pro DEM Andrianto kembali melontarkan kritikannya kepada pemerintahan Jokowi-JK setelah reshuffle kabinet kerja jilid II. Masuknya Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan menjadi sasaran kritikan Andrianto. Menurut dia, kabinet kerja Jokowi hasil reshuffle jilid II merupakan kabinet paripurna neolib, yag lekang dengan kasus hukum….

“Sekedar refresh tahun 2010 pansus Century mengeluarkan rekomendasi Sri mulyani, Darmin nasution bertanggung jawab atas bail out 6,7 triliun. JK (Wapres Jusuf Jalla) pun bersaksi bahwa itu perampokan. Artinya ada yang merampok dan dirampok. Kalau sekang Darmin dan SMI di kabinet kerja, apa bukan mau kerja bail out lagi nih,” ujar Andrianto, Kamis (28/7/2016).

Menurut Andrianto, madzhab barkeley yang bertumpu pada pasar bebas yang anti subsidi sudah usang. Fenomena Sanders yang sosialism malah tren di AS (Amerika Serikat).

“Kok d sini malah dipakai lagi. Jikalau tekanan fiskal, target penerimaan pajak yang tak tercapai dan realisasi investasi yang rendah telah meningkatkan defisit anggaran diatas 2 persen. Sementara 12 paket kebijakan yang digelontorkan juga belum berdampak banyak,” katanya.

Andrianto menambahkan, praktis tax amnesty yang menjadi harapan bagi pemerintah pada saat ini. Untuk membangun kepercayaan agar dana repatriasi sudi masuk ke dalam negeri selain kestabilan politik dibutuhkan figur yang dipercaya modal dan meyakinkan pasar bukan malah blepotan track record tercela dan bahkan sudah bolak balik diperiksa KPK.

SMI sudah 5 kali diperiksa termasuk 2 x di washington D.C Amarika Serikat. SMI sudah divonis DPR (exitnya SMI dari kabinet lalu mirip dengn Setnov),” tambahnya.

Tak sampai di situ, Andrianto juga mengingatkan perseteruan SMI dengan sejumlah elit politik pada masa lalu dan keterlibatannya dalam bailout Bank Century SMI adalah representasi madzhab neo liberal, hal mana tercermin pada pidatonya baru-baru ini di depan mahasiswa UI yang mengecam populisme yang melanda sejumlah negara di dunia. Secara ide madzhab yang dianut SMI berbeda dengan jalan kerakyatan yang dicitakan oleh para pendiri Republik ini dan seharusnya juga dengan Nawacita yang menjadi platform awal kampanye Jokowi.

“Jadi siaap siaaplah kita ditelan oleh kerakusan raksasa China dan AS. Boro-boro berdikari apalgi Nawa cita. Sekaranglah rezim yang paling paripurna ‘Super Neolibisme’,” tutup Andrianto.

(Hurri Rauf)

Comment