Sudah Diingatkan Adanya Potensi Korupsi e-KTP. ICW Sebut Gumawan Fauzi Tetap Ngeyel

Sudah Diingatkan Adanya Potensi Korupsi e-KTP. ICW Sebut Gumawan Fauzi Tetap Ngeyel

SHARE

Publik-News.com – Peneliti Investigasi Indonesian Corruption Watch (ICW) Tama S. Langkun mengaku sudah mengingatkan Gumawan Fauzi, Mantan Menteri Dalam Negeri akan adanya potensi korupsi dalam proyek e-KTP

Menurutnya, potensi korupsi itu ada di tiga bidang, yakni post-bidding, tanda tangan kontrak pada masa sanggah banding, dan persaingan usaha tidak sehat.

‎”Nah, Yang jadi masalah lainnya Pak Gamawan ini tanda tangan kontrak saat sanggah banding, ini tidak boleh,” ujar Tama dalam diskusi Polemik Sindotrijaya, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/3/2017).

Tama menjelaskan, hal yang tak wajar dari proyek itu pada saat proses perencanaan yang ditargetkan selesai dalam waktu lima tahun. Padahal, kata dia, di Belgia, pelaksanaan proyek e-KTP tidak cukup hanya dalam waktu lima tahun. Maka dari itu, ia mengaku mengingatkan akan adanya potensi korupsi dalam proyek itu.

‎”Sudah kita ingatkan, tapi dulu jawabannya kalau bisa selesai kan hebat dong. kita ingatkan lagi, tapi kalau namanya Pak Gamawan disebut (di dakwaan) ya sudah kita ingatkan,” tukasnya.

Sebelumnya, Jaksa KPK menyebut Gunamwan Fauzi ikut menikmati uang haram itu senilai USD4,5 Juta dan Rp50 juta. Hal itu di diuangkap Jaksa saat membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat, pada Kamis 9 Maret 2017. (Fq)

 

 

SHARE
Comment