Surat Terbuka Untuk Kapolri Yang Membiarkan Pendukung Ahok Demo Sampai Larut Malam

Surat Terbuka Untuk Kapolri Yang Membiarkan Pendukung Ahok Demo Sampai Larut Malam

SHARE

Publik-News.com – Sujana Sulaeman kembali melayangkan surat terbuka kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk kedua kalinya. Surat terbuka kali ini terkait keluh-kesah Bang Jana — panggilan akrab Sujana Sulaeman, dalam kasus aksi demonstrasi yang digelar pendukung Basuki Tjahja Purnama alias Ahok di sejumlah tempat di Jakarta pasca Aho di vonis dua tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Demonstrasi massa pendukung Ahok ini berlangsung samai larut malam dan mengganggu ketertiban umum. Namun, aparat kepolisian tak juga membubarkan massa. Sikap aparat kepolisian ini kemudian dianggap diskriminatif. Sebab, pada aksi bela Islam 411, aparat kepolisian memberondong massa aksi dengan gas air mata.

Berikut adalah isi surat terbuka Bang Jana jilid II yang ditujukan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian selengkapnya.

Hari ini Jumat, 12 Mei 2017. Semula kami ragu untuk menuliskan surat ini. Tapi karena ada yang sedikit mengganggu, maka dengan terpaksa kami kirimkan surat ini.

Pak Tito yg kami hormati…
Sejak putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada hari Selasa, 9 Mei 2017 tentang kasus Penistaan Agama oleh Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, media sosial maupun media mainstream dipenuhi oleh berita ttg para pendukung BTP/Ahok yang berdemo melewati batas waktu yang telah ditentukan. Hebatnya demo/unras dilakukan selain di Jakarta, juga di berbagai tempat/kota di luar Jakarta.

Bukan hanya berdemo melewati waktu, mereka juga berdemo di hari Waisak, hari suci agama Budha, yang secara hukum terlarang dilakukan.

Kami dan publik bertanya-tanya dalam hati, ada apa gerangan dengan Polri di bawah pimpinan Bapak.? Kenapa melakukan pembiaran atas pelanggaran-pelanggaran hukum yang telah ditetapkan oleh UU maupun Ketentuan Kapolri sendiri. Bukankah UU dan semua peraturan tersebut dibuat agar terjadi ketertiban di masyarakat.? Di satu sisi hak menyatakan pendapat sebagai amanat UUD RI 45 tetap dapat dilakukan, akan tetapi di sisi lain ketertiban umum juga tetap dapat dijaga.

Sebagai orang yg berusia bbrp tahun di atas Bapak, barangkali bolehlah kami memberi saran dan pendapat, antara lain :

1. Sebagai Kapolri, kami yakin Bapak sangat paham dengan apa yang disebut dengan jejak-jejak digital. Kalau dalam agama lebih kurang sama dengan catatan amal-amal kita. Peristiwa demi peristiwa pelanggaran aturan unras dan “pembiaran” dari Polri akan meninggalkan jejak-jejak digital sepanjang masa. Sulit dan rasanya mustahil untuk dihapuskan. Di dunia saja sudah sulit, apalagi catatan di akhirat yang pencatatnya adalah makhluk yang sangat taat kepada Allah SWT. Oleh karena itu mohon Bapak berkenan membuat dan meninggalkan jejak digital yang lebih baik dan lebih positif untuk diwariskan kepada generasi penerus bangsa kita.

2. Dalam Surat Pertama, kami menyampaikan tentang, Tujuan Hidup seorang Muslim; Indonesia sebagai Negara Hukum; Pilihan pada Demokrasi dan Hakikat Jabatan Kapolri yg Bapak Sandang. Keempat hal tersebut dalam surat ini tidaklah perlu disampaikan kembali. Penyebutannya sekedar untuk menjadi bahan pengingat saja

3. Pada kesempatan ini, perkenankan kami menyampaikan pesan yang tertera dalam al Quran, yaitu surat an Nisa ayat 135 sebagai berikut

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Maha Mengetahui terhadap segala apa yang kamu kerjakan.”

4. Perkenankan kami mengulangi apa yang pernah kami sampaikan sebelumnya…

Pak Tito…
Ketika Bapak turun dari jabatan Kapolri, Bapak akan kembali menjadi rakyat biasa seperti kami semua rakyat Indonesia. Saat itu, Bapak akan dikenang sebagai apa? Sejarah akan mencatat semua yang Bapak lakukan, baik maupun buruk. Semoga Bapak lebih termotivasi mencatatkan diri dalam sejarah Indonesia sebagai Kapolri yang memegang amanah dengan baik melaksanakan Hukum dan UU secara baik dan benar serta sarat dengan prestasi.

Semoga Allah SWT senantiasa akan memberi petunjuk, bimbingan dan perlindungan kepada Bapak dalam menjalankan tugas mulia selaku Kapolri.
Aamiin.!
(Dari saudaramu Sujana Sulaeman)

Comment