Survei Manilka: Paslon Ahok-Djarot Diurutan Paling Buncit, 21,70 Persen Suara

Survei Manilka: Paslon Ahok-Djarot Diurutan Paling Buncit, 21,70 Persen Suara

SHARE

Publik-News.com – Lembaga Manilka Research and Consulting merilis hasil survei terhadap Paslon Cagug-Cawagub DKI 2017. Hasilnya, pasangan nomor urut 2, Ahok-Djarot berada diurutan paling buncit, yakni memperoleh suara 21,70 persen

Sedangkan Pasangan calon nomor urut 1, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni mengungguli pasangan lainnya dengan elektabilitas 38,61 persen. Disusul Paslon nomo urut 3, Anies-Sandi dengan suara 25,25 persen

“Dalam survei terdapat sejumlah temuan menarik. Pertama dari sisi elektabilitas sebanyak 38,61 persen warga Jakarta menyebut nama Agus Yudhoyono-Sylviana Murni saat diberi pertanyaan siapa yang akan dipilih untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI periode 2017-2022,” ujar Managing Director Manilka, Dani Akhyar di Pulau Dua Resto, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/2/2017).

“Kejutan terjadi ketika posisi kedua, diduduki pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno 25,25 persen. Hal ini menjadikan pasangan petahana, yaitu Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat bergeser ke posisi buncit 21,70 persen. Dengan demikian, pertarungan akan berlanjut ke putaran kedua,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, survei ini dilakukan pada tanggal 31 Januari hingga 4 Februari 2017 dengan 1.212 responden. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling. Sedangkan untuk Margin of error survei  2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen

Ia melanjutkan, persentase responden yang menyatakan belum menentukan pilihan sekitar 12,13 persen

“Peta suara bisa saja berubah, mengingat masih ada undecided voters sebesar 12,13 persen dan 4,67 persen gabungan suara dari ketiga pasangan calon yang masih bisa mengubah pilihan. Meskipun, kecenderungannya sangatlah kecil,” jelas Dani.

“Tinggal pertarungan di minggu terakhir ini yang akan menentukan pasangan calon mana yang akan ikut melenggang ke putaran kedua. Ataukah, akan ada manuver luar biasa dari paslon Agus-Sylvi, sehingga pertarungan di Pilkada Jakarta tahun ini akan berakhir satu putaran,” sambungnya.

Ia mengakui jika dalam surveinya pasangan nomor urut 1, Agus-Sylvi unggul dari pasangan lainnya. Ia menyebut jika Pilkada DKI akan dilangsungkan dua putarana, maka Paslon Agus-Sylvi tetap mengungguli Paslon lainnya

“Jika Pilkada DKI Jakarta kali ini berlangsung dua putaran, Agus-Sylvi memiliki peluang lebih besar jika berhadapan dengan pasangan calon Basuki-Djarot (48,18 persen melawan 32,67 persen). Sedangkan jika berhadapan dengan Anies-Sandi, Agus-Sylvi diprediksi meraih 45,87 persen suara warga Jakarta, sedangkan Anies-Sandi di 36,80 persen,” paparnya. (Fq)
 

SHARE
Comment