Syamsuddin Radjab Ungkap Sederet Perusahaan Yang Terlibat Rencana Pulau Reklamasi

Syamsuddin Radjab Ungkap Sederet Perusahaan Yang Terlibat Rencana Pulau Reklamasi

SHARE

Publik-News.com – Direktur eksekutif Jenggala Center, Syamsuddin Radjab menjadi pembicara diskusi publik bertajuk “Siapa Pemilik Reklamasi”, Selasa (7/11/2017). Diskusi ini dilaksanakan oleh Bidang Lingkungan Hidup Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), di sekretariat PB HMI, Jl Sultan Agung, Jakarta Pusat.

Syamsuddin memaparkan secara panjang proses pembuatan 17 pulau teluk Jakarta. Ditegaskan bahwa konsep awal reklamasi berawal dari konsep pembangunan tanggul teluk Jakarta. Dengan demikian, konsep tersebut merupakan pencegahan abrasi bukan pembangunan pulau. Namun Syamsuddin menyayangkan, sengkarut pembangunan reklamasi berubah menjadi bisnis untuk kepentingan penguasa dan pengusaha.

“Tanah Jakarta memang sudah sempit, tapi bukan berarti hanya Jakarta untuk dibangun,” ujar Syamsuddin.

Lebih lanjut, Reklamasi teluk Jakarta pada pemerintahan Fauzi Bowo (Foke) sebenarnya sebanyak hanya 14 pulau. Tapi, kemudian pada perkembangannya sudah menjadi 17 pulau. Kenaikan 3 angka pembangunan pulau ini terjadi ketika Joko Widodo (Jokowi) menjadi Gubernur DKI Jakarta. Jokowi sudah dua kali mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub).

Pergub terakhir yang dikeluarkan Jokowi pada 26 September 2014. Pergub ini bernomor 146/2014 dan berisi tentang pedoman teknis membangun dan pelayanan izin reklamasi teluk dilengkapi dengan peta reklamasi seperti saat ini.

Dalam kesempatan itu, Syamsuddin yang mantan Ketua DD Walhi Jakarta, ini juga memaparkan sejumlah perusahaan yang terlibat pada rencana pembangunan pulau Teluk Jakarta ini.

Pertama, PT. Kapuk Naga Indah mengelola pulau A, B, C dan E dengan stokholders Agung Sedayu Group dengan pemilik Sugianto Kusuma (Aguan).

Kedua, PT. Muara Wisesa Samudera mengelola pulau G dengan stokholders PT. Kencana Unggul Sukses 80 pesen (Agung Podomoro Land) dan PT. Pelaksana Jaya Mulia 20 persen (Group Humpuss)-Trihatma Kusuma Haliman/Tommy Soeharto.

Ketiga, PT. Harapan Indah mengelola pulau H dengan stokholders Intiland Development (100 persen)/Pengemban Reklamasi Pantai Mutiara Pluit (1986).

Keempat, PT. Jakarta Propertindo mengelola pulau F dan O dengan stokholders BUMD Jakarta.

Kelima, PT. Jaladri Kartika Ekapaksi mengelola pulau I dengan stokholders Agung Podomoro Land-Purn. TNI AD.

Keenam, PT. Pembangunan Jaya Ancol mengelola pulau I,J dan K dengan stokholders BUMD Jakarta.

Ketujuh, PT. KEK Marunda mengelola pulau P dan Q dengan stokholders BUMD Jakarta.

Kedelapan, PT. Manggala Krida Yudha mengelola pulau K dan M dengan stokholders Tommy Soeharto/Mamiek Soeharto.

Kesembilan, PT. Pelindo II mengelola pulau M dan N dengan stokholders BUMN. (HR/PN)

 

 

Comment