Tahan Dana Reses DPD, Oso Dianggap Preman

Tahan Dana Reses DPD, Oso Dianggap Preman

SHARE

Publik-News.com – Lembaga Dewan Perwakilan Daerah (DPD) kembali kisruh dengan ditahannya dana reses bagi senator yang tidak mengakui kepemimpinan Oesman Sapta Odang.

Anggota DPD asal Kalimantan Selatan, Mohamad Sofwat Hadi mengaku terpaksa menggunakan uang pribadi saat reses ke daerah dapilnya.

“Ya benar itu ditahan. Anggota DPD yang mau ke dapil pas reses ya pakai uang pribadi dulu,” kata Sofwat saat dihubungi, Rabu, 10 Mei 2017.

Ia menilai Oso berperilaku seperti preman dengan melanggar aturan yang ada. Menurutnya, dana reses adalah dijamin dalamĀ  undang-undang ketika anggota DPD akan mengunjungi dapil di daerahnya.

“Ya, maklum preman. Hak keuangan itu undang-undang yang mengatur anggota DPD, termasuk dana reses. Kebiasaan melanggar undang-undang jadi salah kaprah,” tutur Sofwat.

Ia mengatakan saat ini lebih dari 20 anggota DPD dana resesnya tidak dicairkan. Hal ini dikarenakan pada saat paripurna sebagian anggota DPD belumĀ  memberikan dukungan terhadap OSO

Sementara itu, , Anggota DPD asal Maluku, John Pieris menjelaskan awal mula tidak cairnya dana reses ini, yakni pada saat panitia urusan rumah tangga (PURT) DPD. Dalam keputusannya, dana bisa cair apabila pihak yang kontra mendukung dan mengakui kepemimpinan OSO

“Panmus dibawa ke paripurna. Tapi diserahkan ke PURT. PURT melahirkan kebijakan supaya uang reses itu dicairkan, Anda sekalian harus tandatangan dukungan. Tak bisa seperti itu,” kata John

Ia menyebut langkahnya sebagai pihak yang kontra adalah sebagai resiko. Meskipun nantinya mendatangi pihak Sekjen DPD untuk meminta dana cair, ia pun tak yakin akan dikasih.

“Untuk apa? Tidak dikasih. Karena sekjen melaksanakan putusan itu. Kalaupun ada reses berikutnya, saya melaksanakan dengan uang pribadi. Apa boleh buat. Itu sudah risiko,” katanya.(Fq)

 

 

SHARE
Comment