Home Opini Taipanisme Serbuah Aliran Pemikiran Baru Asli Indonesia

Taipanisme Serbuah Aliran Pemikiran Baru Asli Indonesia

117

Di Eropa menguat pemikiran populisme yakni suatu aliran pemikiran yang memandang bahwa warga negara harus dilindungi dari warga negara asing dari serbuan apapun yang berbau asing seperti impor, imigran, infrastruktur yang dibangun asing, yang dipandang membahayakan keselamatan orang banyak, penyebab pengangguran, kemiskinan, dan lain-lain.
Para pemimpin Eropa dan Amerika Serikat telah mengambil populisme sebagai strategi dalam mengatasi krisis, ketimpangan dan unbalance ekonomi. Selain itu mereka mengambil populisme sebagai cara untuk menjawab situasi yang telah menimbulkan frustasi publik yang luas. Para pemimpin Eropa dan AS tersebut tidak hanya hendak menjawab krisis, namun lebih banyak juga dalam rangka meraih dukungan publik.

Sementara di Indonesia berkembang aliran pemikiran baru yakni Taipanisme. Sebuah aliran pemikiran ekonomi politik yang meyakini bahwa dengan cara menggelembungkan kekayaan pada segelintir Taipan maka akan tersedia sumber daya dan dana untuk didistribusikan kembali bagi kegiatan pembangunan.

Aliran pemikiran Taipanisme memang belum pernah ada sebelumnya di dunia. Gagasan ini merupakan teori sosial baru asli indonesia. Teori ini benar benar digali dari perkembangan sejarah masyarakat Indonesia dan dijalankan langsung oleh oligarki penguasa negara sekarang ini.

Aliran pemikiran ini memandang bahwa para Taipan bisa mengambil alih fungsi negara dalam hal menjaga stabilitas harga harga seperti harga daging, cabe, dll, dengan menggunakan dana mereka sendiri.

Pemikiran Taipanisme tidak memerlukan negara atau mekanisme negara dalam membangun ekonomi. Taipan bisa membangun fasilitas publik sendiri tanpa melalui mekanisme politik atau konstitusi seperti APBN atau APBD.

Aliran pemikiran Taipanisme memandang bahwa negara adalah korup, pemerintahan tidak jujur. Sehingga pembangunan ekonomi, stabilitas harga, pembangunan infrastruktur, reklamasi wilayah pantai, penyediaan perumahan bagi masyarakat, mesti diserahkan kepada Taipan karena lebih profesional.

Taipanisme merupakan jawaban dari para pemikir di sekitar oligarki penguasa terhadap frustasi publik yang luas akibat kenaikan harga harga, serbuan barang impor, bangkrutnya usaha rakyat, lapangan pekerjaan yang langka, kemiskinan, ketimpangan ekonomi dan korupsi bagaikan jamur di musim hujan.

Semoga aliran pemikiran Taipanisme ini segera menjadi salah satu mata kuliah yang diajarkan di kampus kampus.

Oleh: Salamuddin Daeng
(Penulis adalah Pengamat dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

Comment