Tak Terima Dituntut 12,5 Tahun Panjara, Patrialis Akbar Melawan

Tak Terima Dituntut 12,5 Tahun Panjara, Patrialis Akbar Melawan

SHARE

Publik-News.com – Mantan hakim Konstitusi Patrialis Akbar tidak rela dituntut 12,5 tahun penjara dalam kasus suap untuk pengurusan uji materi Undang-undang Peternakan dan Kesehatan Hewan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dia menegaskan akan membuktikan dirinya tidak seperti yang dituduhkan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam dakwaan pertama dari pasal 12 huruf c jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 dan pasal 64 ayat 1 KUHP tersebut.

Mantan Menteri Hukum dan HAM ini berjanji akan mengajukan nota pledoi (pembelaan).

“Pertama saya mengucapkan Innalillahi wainnailahi rajiun. Karena saya sudah mengungkapkan di persidangan seluruh fakta-fakta dan dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada JPU, banyak hal yang saya lihat itu adalah fiksi semacam satu karangan-karangan yang dibuat berdasarkan fakta persidangan,” kata Patrialis seusai sidang.

Nota pembelaan itu menurut Patrialis lebih untuk mengungkapkan fakta.

“Nanti Anda bisa lihat dari nota pembelaan saya. Sekali lagi saya tetap menghormati karena memang tugasnya JPU ya menuntut orang. Sementara tugas saya sebagai terdakwa dan penasihat hukum akan mengungkapkan fakta. Tidak hanya membela tapi lebih ke mengungkapkan fakta,” tambah Patrialis.

Diberitakan sebelumnya, Jaksa KPK Lie Putra Setiawan menyatakan terdakwa Patrialis Akbar terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Menjatuhkan pidana terhadap Patrialis Akbar berupa penjara selama 12 tahun dan 6 bulan dan ditambah dengan pidana denda sebesar Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selain pidana penjara, JPU KPK juga menuntut Patrialis untuk membayar uang pengganti sejumlah harta benda yang diperolehnya dari tindak pidana korupsi.

SHARE
Comment