Terinsipirasi dari Jaya Baya, Ki Gandeng Pamungkas Kampanye Anti-Tionghoa

Terinsipirasi dari Jaya Baya, Ki Gandeng Pamungkas Kampanye Anti-Tionghoa

SHARE

Publik-News.com – Pimpinan Fron Pribumi, Ki Gandeng Pamungkas (70) berhasil ditangkap oleh aparat Ditreskrimsus Polda Metro Jaya atas dugaan melakukan tindak pidana menyebar ujaran kebencian terhadap etnis Tionghoa.

Paranormal asal Kota Bogor itu membeberkan alasan kenapa dirinya melancarkan aksinya dan mengkampanyekan anti etnis Tionghoa. Menurutnya, kampanye anti etnis Tionghoa karena dirinya terinsipirasi dari seorang tokoh legendaris bernama Sabdo Paslon yang menjadi penasehat Prabu Brawijaya V.

Sabdo Palon disebutkan sebagai orang yang paling menentang dan kecewa sewaktu Prabu Brawijaya V sebagai raja terakhir Kerajaan Majapahit ditaklukkan Kesultanan Demak yang dipimpin Raden Patah dengan dibantu Walisongo.

“Saya ini mempercayai Sabdo Palon nagih janji serat Jayabaya,” ungkap Ki Gandeng saat ditanya wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/5/2017).

Atas alasan itu, Ki Gandeng tidak menginginkan pengulingan Prabu Brawijaya V itu terjadi di Indonesia dan akan dilakukan oleh China. Mengingat dalam ramalan Jayabaya dijelaskan konflik antara Prabu Brawijaya V dengan Raden Patah sudah diramal akan terulang 500 tahun setelahnya.

“(Alasannya) Sesuai serat Jayabaya aja. Ya kamu lihat sendiri lah situasinya kaya gini sekarang,” jelas Ki Gandeng.

Untuk diketahui, sebelum ditangkap polisi, Ki Gandeng kampanyekan anti etnis Tionghoa melalui atribut sticker, kaos hasil cetakan sendiri dan video yang diunggah ke media sosial (medsos). Atas perbuatannya yang dinilai melanggar hukum itu, Ki Gandeng diciduk oleh Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. (TK)

Comment