Tiga Kali Dilaporkan Ke MKD, Novanto Minta Diselesaikan di Pengadilan

Tiga Kali Dilaporkan Ke MKD, Novanto Minta Diselesaikan di Pengadilan

SHARE

Publik-News.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Setya Novanto meminta dalam kasus korupsi e-KTP tidak serta merta langsung membuat kesimpulan yang buruk. Novanto berharap semua pihak mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Ya, kita kan semuanya ada proses yang di pengadilan sedang berjalan. Itu kita percayakan semuanya kepada pihak pengadilan yang semuanya sekarang ini sudah dilaksanakan,” kata Novanto ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 20 Maret 2017.

Menurut Novanto, nama-nama yang disebut dalam dakwaan jaksa KPK belum tentu bersalah. Maka itu, Novanto  juga meminta dalam kasus ini tidak boleh ada yang mengintervensi KPK.

Novanto menambahkan, kasus e-KTP ini tidak boleh dibesar-besarkan dengan membuat suasana semakin gaduh. Hal ini dikatakan Novanto menyusul banyaknya aduan Masyarakat kepada Mahakamah Dewan Kehormatan (MKD) DPR yang melaporkan dirinya karena diduga melanggar kode etik

“Nah, tentu apa yang dilakukan di persidangan, semua kita harapkan tidak ada intervensi dari siapa pun dan tidak dijadikan polemik-polemik,” ujar Novanto.

Seperti diketahui, sudah ada tiga laporan yang masuk ke MKD terkait pelanggaran kode etik Novanto. Salah satu yang melaporkan Novanto adalah Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI).

MAKI menganggap Novanto melanggar kode etik DPR karena berbohong dengan tidak mengakui ikut terlibat dalam kasus e-KTP.

“Novanto selalu mengatakan tidak terlibat dengan pernyataan tidak mengenal Irman dan Sugiharto dan tidak pernah melakukan pertemuan-pertemuan khusus untuk membahas proyek pengadaan e-KTP,” kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman. (Fq)

 

 

SHARE
Comment