Home Politik Tiga Ketum Parpol Yang Ingin Jadi Cawapres Tak Dilirik Jokowi?

Tiga Ketum Parpol Yang Ingin Jadi Cawapres Tak Dilirik Jokowi?

Publik-News.com – Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi bakal Calon Presiden 2019 setelah diusung secara resmi oleh sejumlah partai politik. Ada beberapa nama yang diajukan menjadi pendamping Jokowi pada perhelatan demokrasi lima tahunan tahunan itu. Namun, sampai saat ini Jokowi, sebagai incumbent belum menyebut siapa sosok yang bakal dipilihnya.

Direktur eksekutif Jenggala Center, Syamsuddin Radjab memprediksi Jokowi tidak akan melirik tiga Ketua Umum Partai Politik meski mereka kekeuh untuk menjadi cawapres. Ketiga Ketum Parpol tersebut adalah Ketua Umum Golkar, PPP dan Hanura.

“Nama seperti Airlangga, Romy dan OSO dalam pandangan saya tidak akan dilirik oleh Jokowi karena basis individu yang tidak akan mengangkat elektabilitas Jokowi selain karena “ditolong” menjadi ketua umum partai,” ujar Syamsuddin, (23/4/2018).

Syamsuddin mengatakan bahwa anasir dominan penentu cawapres Jokowi hanya ada di dua kelompok yang saat ini sedang berjalan menjaring cawapres yakni tim istana yang dibentuk Jokowi sendiri dan hasil seleksi ketua umum PDIP, Megawati Soekarno Putri. Nama-nama kedua tim ini kemudian akan dibahas dalam parpol koalisi dan ditetapkan sebagai Wakil Presiden.

Tapi, menurutnya, apabila ada gesekan di internal parpol koalisi meningkat berebut cawapres maka calon dari profesional akan diuntungkan. Syansuddin menduga, Jokowi akan mengambil cawapres dari kalangan non-parpol untuk menghindari keterpecahan koalisi parpol pendukung. Di sini, dia menambahkan, nama Susi Pudjiastuti tidak dapat diabaikan untuk mendampingi Jokowi pada pemilu 2019 dari kalangan non parpol.

”Selain Susi dikenal berkinerja sangat baik selama dalam pemerintahan kabinet Jokowi-JK, ia juga dikenal “menteri kesayangan” Jokowi karena komitmennya menegakkan kedaulatan di laut dengan penindakan penegakan hukum kepada pelaku illegal fishing dan berani menentang Kemenko Maritim dalam soal reklamasi pantai Jakarta maupun kebijakan alat tangkap cantrang,” katanya.

Syamsuddin juga memprediksi Cawapres non parpol lainnya adalah Komjen Pol Syafruddin, yang saat ini menjabat Waka Polri dan Ketua Dewan Majid Indonesia dengan catatan JK tidak maju kembali dalam pemilu nanti. Syafruddin dikenal dekat dengan semua parpol dan komunikasi politik yang terjaga selama ini.

Lalau bagaimana dengan Muhaimin Iskandar, ketum PKB, yang sudah mendeklarasikan diri sebagai Cawapres Jokowi?

Syamsuddin mengatakan Cak Imin — panggilan akrab Muhaimin Iskandar, lebih diperhitungkan oleh Jokowi dibanding Airlangga, Romy dan OSO. Namun, hal ini,menurut Syamsuddin bukan karena Cak Imin-nya tetapi suara para ulama NU dan pimpinan pondok pesantren di seluruh Jawa.

“Yang menarik, langkah politik PKB yang agresif dan dinilai menekan Jokowi agar ketua umumnya, Cak Imin, dipasangkan dengan Jokowi dalam pemilu 2019. Deklarasi Jokowi-Muhaimin (Join) sepihak PKB (10/4/2018) dinilai parpol koalisi sebagai tindakan politik berlebihan dan mengancam keutuhan koalisi,” ucapnya. (Hr/ed)

Comment