Tiga Nama Politisi PDIP Hilang dari Dakwaan Membuat Mahasiswa dan Pemuda Marah...

Tiga Nama Politisi PDIP Hilang dari Dakwaan Membuat Mahasiswa dan Pemuda Marah Sama KPK

SHARE

Publik-News.com – Sejumlah elemen mulai marah terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penyebabnya, KPK dianggap lelet menuntaskan sejumlah dugaan kasus korupsi. Salah satu contohnya penuntasan dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Salah satu elemen masyarakat yang marah terhadap KPK adalah Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (KOMPAK). Massa KOMPAK berencana mendatangi KPK, Senin (18/12/2017) besok. Hal ini dikatakan Santoso AS selaku Jendral Lapangan KOMPAK.

Kadatangan mereka ke KPK karena adanya tiga nama kader Partai Demokrasi Indonesaia Perjuangan (PDIP) yang hilang dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum terkait dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara sekitar Rp 2,3 triliun itu.

Diketahui, ketiga nama politisi PDIP yang hilang dalam surat dakwaan Jaksa adalah Yasona Laoly yang saat ini sedang menjabat sebagai Menkumham, Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jateng dan Olly Dondokambey menjabat sebagai Gubernur Sulut.

KOMPAK akan membawa ratusan massa untuk mendesak KPK segera menetapkan tiga anak buah Megawati Soekarputri itu sebagai tersangka. Sebab, ketiganya dianggap mendapat aliran dana dari proyek e-KTP tersebut.

Massa KOMPAK menjadwalkan tiba di gedung KPK sekitar pukul 11:30 WIB. Di depan kantor KPK, massa bakal melangsungkan aksi unjuk rasa damai. Perangkat aksi yang akan dibawa adalah ratusan rompi orange, topeng koruptor e-KTP, spanduk, poster dan melempar tomat busuk.

Dalam kasus korupsi e-KTP, KPK sudah menetapkan beberapa nama sebagai tersangka. Diantaranya adalah Ketua DPR Setya Novanto dan Andi Agustinus alias Andi Narogong. (PN)

Comment