Tim Kuasa Hukum Sebut Empat Kliennya Tak Terbukti Gelapkan Uang Kas RW

Tim Kuasa Hukum Sebut Empat Kliennya Tak Terbukti Gelapkan Uang Kas RW

SHARE
?

Publik-News.com – Pengadilan Negeri Jakarta Barat menggelar sidang lanjutan terhadap empat orang terdakwah Pengurus Rukun Warga (RW) 01/7 Kelurahan Tamansari, Jakarta Barat, yaitu Widajarto Adiwono alias Pak Lim (83 tahun), mantan Ketua RW 01), Lay Kian Kiong alias Lay Omega (58 tahun), dan Tjong Jouw Tjong (57 tahun) dan Visser Evelyn Christina alias Evelyn (mantan Bendahara RW 01).

Mereka dilaporkan oleh Kartadinata Kartawidjaja (anggota LMK Kel. Tamansari) ke Polres Jakarta Barat pada Agustus 2015 dengan tuduhan penggelapan uang operasional (Op) serta uang iuran warga dengan melakukan pengembalian uang Operasional (OP) periode 2010 s/d 2013 kepada para Ketua RT dengan dalih bahwa uang OP yang berasal dari Pemda DKI sudah habis (defisit) pada tahun 2013.

“Saya ingin membuktikan sebenarnya laporan yang seolah-oleh dana operasional (op) RW habis tapi faktanya tidak habis,” kata Agus Pran Pasaribu ketua tim ketiga terdakwa, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (17/10/2016)

Menurut Agus, memang sejak tahun 2010 dana OP RT dipotong atau tidak diterima secara utuh oleh para Ketua RT. Dana OP RT yang menurut SK Gubernur DKI No. 1653 Tahun 2010 sebesar Rp 600 ribu per bulan untuk tiap RT hanya diberikan separuhnya atau sebesar Rp 300 ribu, sedangkan Rp.300 ribunya lagi tidak diketahui oleh pengurus RW di mana hal ini berlangsung hingga tahun 2013. Belakangan diketahui uang kas tersebut dideposito oleh Kartadinata.

“Dana intensif yang harus diberikan kepada masing-masing rt tapi hal itu tidak terealisasi di tahun 2010 karena ada oknum yang memotong 50 persen nah ini lah yang kita permasalahkan,” pungkasnya.

Agus menilai hal ini menjadi masalah karena pengelola keuangan dari pengurus RW hanya memiliki satu rekening sehingga ada tumpang tindih untuk memisahkan antara keuangan yang berasal dari iuran warga dan keuangan yang berasal dari dana operasional dari Pemda DKI Jakarta.

“Dalam faktanya sampai saat ini belum ada bukti adanya pemisahan uang kas dan iuran RW dalam satu rekening,” tarang Agus
(Taufik)

SHARE
Comment