Tongkat Estafet Kepemimpinan OJK

Tongkat Estafet Kepemimpinan OJK

SHARE

Akhirnya hajatan besar pemerintah dalam memilih pimpinan baru OJK berakhir tadi malam, dengan diputuskannya 7 orang komisioner OJK terpilih oleh DPR yaitu Wimboh Santoso (Ketua), Riswinandi, Heru Kristiyana, Nurhaida, Hoesen, Ahmad Hidayat dan Tirta Segara.

Satu kata yang pas untuk melukiskan komposisi baru pimpinan Lembaga yang mengawasi industri keuangan ini adalah “continuitas plus” atau keberlanjutan plus. Karena Ketua OJK terpilih merupakan foto copy dari Ketua OJK lama dalam arti seorang Wimboh Santoso sangat memahami pola pikir dan konsep dari seorang Muliaman Hadad mengingat keduanya pernah satu tim di BI
yaitu Biro Stabilitas Sistem Keuangan. Dan di Direktorat Penelitian dan Pengembangan Perbankan. Continuitas ini juga erat kaitannya dengan masih terpilihnya satu orang pimpinan lama OJK yaitu Nurhaida.

Tulisan singkat ini akan mengulas sekilas terpilihnya pimpinan baru OJK serta tantangan ke depan yang akan dihadapi OJK.

Keberlanjutan Plus

Meskipun belum resmi pergantian pejabat baru OJK, rasanya patut kita ucapkan terima kasih pada pimpinan OJK lama sebelumnya yang telah meletakkan fondasi bagus bagi sebuah lembaga regulator dengan tageline “mengatur, mengawasi dan melindungi” karena sejak OJK beroperasi tahun 2013- awal 2017 kondisi makro ekonomi dan global suram terus, namun kinerja industri keuangan baik perbankan, pasar modal dan industri keuangan non bank (IKNB) tetap stabil dan terjaga. Dan ini sangat membanggakan untuk diapresiasi.

Bravo untuk tim Muliaman Hadad, Rahmat Waluyanto, Nelson Tampubolon, Firdaus Jaelani, Nurhaida, Kusumaningtuti SS dan Ilya Avianti.

Mereka telah meletakkan dasar-dasar stabilitas, pertumbuhan dan inklusivitas industri keuangan melalui 142 POJK (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan) dan 119 SEOJK (Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan). Lewat tangan mereka awareness masyarakat terhadap masalah investasi bodong meningkat di seluruh Indonesia, mereka juga menciptakan revolusi layanan industri keuangan tanpa memiliki kantor cabang ke pelosok-pelosok desa lewat agen laku pandai, mereka menggerakkan ekonomi daerah dengan membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), dan masih banyak yang lainnya.

Dan khusus untuk lingkup internal OJK, pimpinan lama OJK berhasil membudayakan pola kerja di lingkungan karyawan termasuk di 26 kantor Cabang dan 9 kantor regional seluruh Indonesia nilai-nilai “Impressiv” ( integritas, profesionalisme, sinergi, inklusif dan visioner).

Alhasil, pimpinan baru OJK tinggal melanjutkan dengan melempar gagasan baru profesionalisme, penyegaran, pembenahan & peningkatan integritas, serta keselarasan program dan pola koordinasi OJK-pemerintah-BI ditumpukan pada pimpinan kmbaru OJK ini.

Selain melanjutkan program bagus yang sudah dirintis pimpinan lama seperti kestabilan, perumbuhan dan inklusivitas Sistem Jasa Jeuangan. Tentu ada PR besar soal pendalaman pasar keuangan, menambah basis investor, peran sektor jasa keuangan di sektor prioritas pemerintah, boost literasi keuangan, regim regulasi sektor jasa keuangan yg pro induatri dan lain-lain.

Dalam lingkup onternal, pimpinan baru OJK mesti meneruskan peningkatan kapasitas SDM OJK sebagai regulator, mempersingkat birokrasi, meningkatkan efisiensi, menjamin profesionalitas dan integritas sdm ojk di atas rata2 industri jasa keuangan.

Tentu saja sorotan-sorotan stakholder bahwa OJJ lamban, tidak efisien, berbelit, tidak tegas harus dijawab tim baru baru OJK dibawah Wimboh Santoso.

Untuk Indonesia

Yang terakhir, tulisan ini harapan penulis kepada seorang Wimboh Santoso yang nota bene pernah menjadi pejabat Dana Moneter Internasional ( IMF) dimana Indonesia punya pengalaman traumatis dalam berhadapan dengan lembaga internasional tersebut. Sesuai janjinya saat Fit and profer di DPR, Wimboh menyatakan tidah usah khawatir karena ia akan mempengaruhi IMF untuk kepentingan Indonesia. Ini berarti Wimboh akan mempelopori suara kritis terhadap sisa kebijakan IMF termasuk kebijakan-kebijakan neo liberalnya yang bikin ketimpangan ekonomi Indonesia bertambah parah.

Ini berarti kita berharap Wimboh Santoso dan tim akan membawa industri keuangan Indonesia kuat, sehat, berkontribusi pada pembiayaan,sektor riil, peduli pada urusan pengangguran dan kemiskinan serta kesejahteraan masyarat Indonesia. Selamat bekerja para pimpinan baru OJK.

Oleh: Ahmad Iskandar
(Penulis adalah Dosen FE di Universitas Atmajaya dan Universitas Ibnu Chaldun)

SHARE
Comment