Usai Diperiksa Kasus Pencemaran Nama Baik, Sandi: Tak Ada Relevansinya Dengan Saya

Usai Diperiksa Kasus Pencemaran Nama Baik, Sandi: Tak Ada Relevansinya Dengan Saya

SHARE

Publik-News.com – Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku lega usai diperiksa sebagai saksi oleh Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sandi menyebut dalam pemeriksaannya itu, polisi mencecarnya dengan delapan pertanyaan.

“Baru saja saya memberikan keterangan, pada suatu sebuah perseteruan, yang mungkin diakibatkan dari kesalahpahaman oleh dua anggota komunitas lari, ini adalah materi hukum dan saya tidak bisa berkomentar lebih banyak lagi,” kata Sandi, di Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (17/3/2017).

Dari pertanyaan yang ditanyakan penyidik, Sandi mengatakan bahwa dirinya tidak berada di lokasi saat kejadian itu terjadi. sedangkan kasus yang diusut polisi itu terkait pencemaran nama baik salah satu komunitas pada tahun 2013

“Ada 8 atau 9 pertanyaan yang ditanyakan. Pertantaannya apa saya ada di sana dan saya katakan tidak. Saya tidak mengerti relevansinya dengan saya. Tidak mengerti sama sekali,” katanya.

Sandi mengaku dari kasus ini tidak akan mempengaruhi proses Pilkada DKI. Sandi kemudian mengapresisasi kinerja kepolisian yang dirasa profesional dalam menangani kasus ini.

“Saya salut pada Kapolsek yang sangat profesional. Sangat teliti dan menunjukkan bahwa aparat kepolisisan betul-betul dalam posisi yang sangat siaga untuk menghadapi laporan dari medsos ini kerja cepat dari unit polsek,” katanya.

“Ini menurut saya bisa menjadi contoh penanganan hukum yang sangat cepat dan profesional sehingga tidak ada lagi keraguan terhadap calon pimpinan daerah dan calon pejabat publik yang diterpa isu tidak sedap baik secara sengaja mapun tidak sengaja. Saya tidak merasa terganggu dan ini menjadi konsekuensi dari setiap politisi, pimpinan kepala daerah maupun jabatan publik, harus siap dan tranparan,” sambungnya.

Secara terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang Kompol Mustakim ,mengatakan pemeriksaan Sandi ini berkaitan dengan perseteruan dari komunitas lari. Sedangkan Sandi, kata dia, berada di salah satu komunitas itu.

“Jadi gini dulu itu kan komunitas lari. Ada perseteruan, cewek sama cewek. ‘Ngapain jangan gila lo. Hanya kata-kata itu saja, jangan gila lo’. Laporannya pencemaran nama baik. Padahal dia kan nggak gila, dikatain gila. Pada saat itu komunitas lari ada sekitar lima atau enam orang lah,” katanya.

“(Sandiaga diperiksa) Karena di dalam komunitas itu adalah termasuk di dalamnya itu ada, Pak Sandiaga termasuk dalam komunitas itu. Pokoknya kata-katanya hanya jangan gila lo, itu saja,” sambungnya.(Fq)

SHARE
Comment