Usai Jadi Tersangka, Demokrat Jatim Tak Akui Bupati Pamekasan Sebagai Pengurus

Usai Jadi Tersangka, Demokrat Jatim Tak Akui Bupati Pamekasan Sebagai Pengurus

SHARE

Publik-News.com – Bupati Pamekasan Achmad Syafii sudah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi suap. Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Jawa Timur menegaskan Achmad Syafii tidak tercatat sebagai pengurus partai.

“Kami turut prihatin dengan kejadian yang menimpa Pak Syafii, tapi kami pastikan bahwa beliau bukan pengurus Demokrat di struktural,” ujar Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Renville Antonio ketika dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (3/8/2017).

Ia menjelaskan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2013 Achmad Syafii memang diusung Demokrat. Namun, ia hanya menjadi anggota biasa dan tidak tercatat sebagai pengurus ditingkat DPC maupun DPD.

Menurutnya, atas kasus ini Demokrat tidak akan memberikan pembelaan hukum dan menyerahkan semuanya kepada penyidik KPK.

“Yang pasti kami turut prihatin dengan kejadian ini dan kami serahkan sepenuhnya kepada hukum berlaku,” ucap anggota DPRD Jatim tersebut.

Sebelumnya, selain Bupati Pamekasan yang ditetapkan sebagai tersangka suap, KPK juga menetapkan RUD (Rudy Indra Prasetya) Kajari Pemekasan, Inspektur Pemerintah Kabupaten Pamekasan Sutjipto Utomo, Kepala Desa Dasok Agus Mulyadi, dan Kabag Inspektur Kabupaten Pameksan Noer Solehhoddin sebagai tersangka.

Kepada pihak yang diduga sebagai pemberi yakni SUT (Sutjipto Utomo), AGM (Agus Mulyadi), dan NS (Noer Solehhoddin) disangkakan pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP

“Sedangkan, Achmad Syafii juga disangkakan pasal yang sama,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam konferensi pers di gedung KPK Jakarta.(Fq)

 

 

 

SHARE
Comment